Kabar Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Ngotot Bangun Gedung 17 Lantai Senilai Rp 500 Miliar

anggaran sekitar Rp 500 miliar bakal diajukan ke DPRD Sidoarjo pada PAK (perubahan anggaran keuangan) tahun 2019 nanti.

Bupati Sidoarjo Ngotot Bangun Gedung 17 Lantai Senilai Rp 500 Miliar
m taufik - suryamalang.com
Bupati Sidoarjo bersama sejumlah pejabat saat menjenguk pasien di sela peresmian gedung Hemodialisis milik RSUD Sidoarjo, Kamis (31/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Keinginan Pemkab Sidoarjo membangun gedung 17 lantai masih sangat tinggi. Beberapa kali ditolak dewan, Bupati tetap berniat mengajukan kembali rencana pembangunan itu.

Alasannya, kebutuhan untuk pelayanan terpadu atau mal pelayanan publik sangat mendesak. "Penggunaan gedung serbaguna untuk mal layanan publik sekarang ini kan sementara," kata Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Melihat layanan di gedung serbaguna itu semakin membludak, mencapai sekitar 600 layanan setiap hari, Bupati Saiful pun kembali merencanakan pembangunan gedung 17 lantai.

"Pembangunan itu bukan untuk saya. Tapi untuk meningkatkan layanan masyarakat. Untuk mal pelayanan publik," tandas Bupati dua periode tersebut.

Dengan bangunan yang mumpuni, disebutnya layanan publik di Sidoarjo juga bakal lebih maksimal. Benar-benar seperti mal pelayanan publik yang diharapkan.

Rencananya, anggaran sekitar Rp 500 miliar bakal diajukan ke DPRD Sidoarjo pada PAK (perubahan anggaran keuangan) tahun 2019 nanti. Pihaknya berharap, pengajuan ini bisa diterima dan disetujui oleh dewan.

Di sisi lain, kalangan dewan sepertinya masih berat untuk menerima atau merestui rencana pembangunan gedung tersebut. Alasannya sama seperti beberapa waktu lalu, dirasa pemborosan.

Dewan menilai bahwa bangunan-bangunan kantor layanan di Sidoarjo sudah dibangun atau direnovasi dengan baik sejak beberapa waktu lalu. Dan sejauh ini, kondisinya dirasa masih mumpuni atau sangat layak untuk melayani masyarakat.

Ya, rencana pembangunan gedung ini sudah sempat diajukan Pemkab Sidoarjo pada tahun 2016 dan tahun 2017 lalu. Namun selalu ditolak oleh dewan. Alasan penolakannya juga sama.

Demikian halnya tentang rencana pembangunan rumah sakit di Sidoarjo barat. Meski sama-sama sepakat untuk membangun rumah sakit, sejauh ini pemkab dan dewan beda pandangan tentang pembiayaannya. 

Pemkab cenderung ingin membangun RSUD barat dengan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan BadanUsaha) atau pihak ketiga.

Sedangkan dewan, lebih memilih membangun rumah sakit menggunakan APBD. Alasannya uang APBD masih mampu.

"Kalau APBD mampu, kenapa pakai pihak ketiga. Toh, akan lebih maksimal pelayanan dan pengawasannya jika Pemkab membangun sendiri dengan APBD," tandas anggota Banggae DPRD Sidoarjo Tarkit Erdianto.

Yang jelas, sampai sekarang rencana pembangunan gedung 17 lantai dan pembangunan rumah sakit barat Sidoarjo masih sama-sama sebatas rencana. Belum ada kepastian karena eksekutif dan legislatif selalu berbeda pendapat.(

Penulis: M Taufik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved