Malang Raya

Dua Ekor Kakatua dari Malang Dimasukkan Pipa PVC, Tepergok Saat Hendak Dikirim ke Bandung

KLOJEN - Pedagang burung langka berupaya menyelundupkan dua ekor Kakatua dari Malang ke Bandung. Caranya, dua ekor burung itu dimasukkan dalam pipa

Dua Ekor Kakatua dari Malang Dimasukkan Pipa PVC, Tepergok Saat Hendak Dikirim ke Bandung
Bksda
Dua ekor burung Kakatua dimasukkan dalam pipa PVC atau paralon, kemudian dikirim ke Bandung melalui kereta api. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pedagang burung langka berupaya menyelundupkan dua ekor Kakatua dari Malang ke Bandung. Caranya, dua ekor burung itu dimasukkan dalam pipa PVC atau paralon, kemudian dikirim ke Bandung melalui kereta api.

Kepala BKSDA Jawa Timur, Nandang Prihadi, mengatakan, dua ekor burung itu terdiri dari burung kakatua jambul orange dan molucan. Keduanya merupakan jenis burung dilindungi.

Nandang menjelaskan, pengungkapan perdagangan liar itu bermula saat pelaku hendak membawa dua ekor burung itu ke Bandung melalui jalur kereta api pada Kamis (18/4/2019).

Anggota Satreskrim Polres Malang Kota lantas menggagalkan pengiriman burung itu saat dibawa menuju Stasiun Malang Kota.

"Tanggal 18 April pada waktu mau dikirim ke Bandung melalui kereta api, dalam perjalanan ke stasiun ditangkap anggota Resmob Polres Kota," katanya melalui pesan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (19/4/2019).

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku, dua burung itu diambil dari rumah seseorang di Malang untuk dibawa ke Bandung karena sudah terjalin transaksi perdagangan secara online.

"Menurut pengakuannya mengambil burung di rumah oknum di wilayah Malang," katanya.

Nandang belum menyebutkan pelaku perdagangan satwa yang ditangkap itu. Menurutnya, pelaku masih sedang dalam pemeriksaan di Polres Malang Kota.

Saat ini, dua ekor buruh dilindungi itu sedang dalam penanganan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur.

Nandang memastikan kedua kakatua dalam kondisi sehat meskipun pelaku membawanya dengan cara diletakkan di dalam paralon. Selanjutnya, burung itu akan dititipkan di kebun satwa milik Jatim Park Group untuk dikarantina.

Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengaku belum mengetahui adanya penangkapan oleh anggotanya karena masih fokus pada pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019.

"Saya cek dulu ya. Dua hari ini di lapangan semua pengamanan Pemilu sampai PPK," katanya. Kompas.com

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved