Malang Raya

Festival Tempe Sanan, Ajang Unjuk Berbagai Produk Berbahan Baku Tempe Khas Kota Malang

Kampung Sanan sendiri merupakan kampung sentra produksi tempe yang namanya sudah terkenal di Indonesia maupun di mancanegara.

Festival Tempe Sanan, Ajang Unjuk Berbagai Produk Berbahan Baku Tempe Khas Kota Malang
suryamalang.com/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Beberapa pengunjung yang sedang memadati salah satu stand milik pedagang di Festival Tempe Sanan. 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Jalan-jalan ke Kota Malang tak lengkap rasanya jika kita tidak berkunjung ke Kampung Sanan. Kampung Sanan sendiri merupakan kampung sentra produksi tempe yang namanya sudah terkenal di Indonesia maupun di mancanegara.

Beberapa produksi tempe sudah dihasilkan oleh para pengrajin tempe di kampung tersebut. Seperti yang disajikan dalam gelaran Festival Tempe Sanan yang digelar pada Minggu (21/4).

Dalam acara tersebut, tersedia berbagai macam makanan dan minuman yang terbuat dari tempe. Mulai dari coklat tempe, burger tempe, keripik tempe, brownies tempe, permen tempe bahkan cilok tempe.

Seperti yang dijajakan oleh Indarti, satu di antara pemilik stand yang menjual berbagai macam olah tempe di Festival Tempe Sanan. Perempuan berusia 50 tahun itu menjual permen tempe yang menjadi menu andalan.

Permen Tempe tersebut dikemas di dalam plastik dan dijual dengan harga Rp 10 Ribu "Lumayan, acara Festival Tempe Sanan ini dampaknya bagus sekali terutama bagi para pengrajin olahan tempe seperti kami," ucapnya.

Tak hanya itu, berbagai macam olahan tempe lain yang sudah di kemas juga dijajakan dalam Festival Tempe Sanan. Seperti yang dijual oleh Anggraini, warga asli Sanan yang menjajakan Tempe siap olah.

Ia mengaku, sudah 10 tahun memproduksi tempe meneruskan usaha milik orang tuanya. Tempe siap goreng itu ia jual dengan harga Rp 3000,- per buahnya. Bahkan, stand miliknya dihiasi dengan tempe-tempe yang menggantung, sehingga membuat standnya ramai dikunjungi oleh para pengunjung.

"Alhamdulillah laris, acaranya menarik juga. Ini juga menjadi ajang promosi kami untuk memasarkan produk kami," ucapnya.

Festival Tempe Sanan sendiri digelar oleh Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM). Para pengunjung yang berkunjung ke Festival Tempe Sanan juga tidak dikenai biaya. Mereka hanya disuruh untuk mengisi buku tamu saja.

Pengunjung bisa langsung menikmati jajanan ada di 40 stand dalam Festival Tempe Sanan. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati beberapa games, sajian musik, tari-tarian dan lain sebagainya.

Ketua Panitia Festival Tempe, Sanan Derian Angger mengatakan, Festival itu digelar sebagai ajang mempromosikan tempe sanan sebagai pusat oleh-oleh khas Malang. Menurutnya, oleh-oleh khas Malang kini sudah mulai tergeser dengan beragam produk olahan lain seiring dengan berjalannya waktu.

"Tempe Sanan sudah terkenal dari dulu, tapi akhir-akhir ini tempe sendiri mulai tergeser oleh produk olahan lain. Mereka sudah memiliki massa dan media promosi, sedangkan pedagang di sini belum," ujarnya.

Dijelaskan Derian, digelarnya Festival Tempe Sanan juga untuk memperkenalkan kepada kaum mileneal. Terutama bagi para mahasiswa baru bahwa Tempe Sanan merupakan oleh-oleh khas Malang

"Festival ini juga sebagai ajang promosi bagi para pedagang. Intinya kami ingin memasarkan kembali Kampung Sanan ini sebagai sentra produksi tempe dan sebagai kampung wisata juga," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved