Kabar Blitar

Yudi Meira, Caleg Pendatang Baru Dengan Suara Terbanyak Di Kota Blitar

Dari hasil rekapitulasi DPC PDIP Kota Blitar, Yudi meraih sebanyak 3.460 suara, mengalahkan para caleg petahana di partainya.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Samsul Hadi
Yudi Meira, caleg pendatang baru dari PDIP Kota Blitar yang meraup suara terbanyak di Pileg DPRD Kota Blitar ditemui di rumahnya, Selasa (23/4/2019). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sejumlah wajah baru akan mengisi kursi DPRD Kota Blitar periode 2019-2024 dari hasil rekapitulasi internal beberapa partai pada Pemilu 2019. Satu di antaranya, Yudi Meira (46), calon legislatif (Caleg) PDIP dari daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Kepanjenkidul.

Sebagai pendatang baru, pria yang tinggal di Jl Arjuna, Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, ini mengejutkan publik Kota Blitar. Bapak dua anak ini meraup suara terbanyak untuk pemilihan legislatif (Pileg) tingkat DPRD Kota Blitar.

Dari hasil rekapitulasi DPC PDIP Kota Blitar, Yudi meraih sebanyak 3.460 suara, mengalahkan para caleg petahana di partainya. Tak hanya itu, jumlah suara yang diraih Yudi juga paling tinggi di antara Caleg lain di Kota Blitar.

"Saya tidak pernah menyangka akan mendapat suara paling banyak di Kota Blitar," kata Yudi ditemui di rumahnya, Selasa (23/4/2019).

Yudi baru kali pertama terjun langsung di dunia politik. Secara struktural, dia juga bukan kader asli PDIP. Awalnya, dia hanya simpatisan di Kawula Alit, organisasi sayap PDIP. Yudi resmi bergabung di PDIP sekitar April 2018, menjelang pendaftaran Pileg 2019.

Ketua PSSI Kota Blitar periode 2018-2022 itu memang dikenal dekat dengan Wali Kota Blitar (nonaktif) M Samanhudi Anwar. Yudi sempat menjadi tim sukses Samanhudi ketika Pilwali. Dia juga pernah menjadi tim sukses putra Samanhudi, Hendry Pradipta Anwar, ketika maju menjadi Caleg.

Tetapi, ketika menjadi tim sukes Samanhudi dan Hendry, Yudi tidak pernah berpikiran terjun langsung ke politik. Dia lebih memilih mengurus tim sepak bola di Kota Blitar. Sampai sekarang Yudi menjabat sebagai manajer Blitar United dan manajer PSBK.

"Karena Mas Hendry tidak maju menjadi Caleg periode ini, akhirnya saya yang didorong untuk menggantikannya. Dari pada suara Mas Hendry hilang ke Caleg lain," katanya.

Soal popularitas di masyarakat, Yudi bukan orang baru. Yudi sudah terbiasa terjun ke masyarakat sejak 10 tahun lalu, terutama di kelurahan tempat tinggalnya. Ketika ada kegiatan, Yudi sering menjadi sponsor.

"Kalau terjun di masyarakat sudah saya lakukan sejak 10 tahun lalu. Tapi, waktu itu, saya tidak berpikiran akan maju menjadi Caleg," ujarnya.

Dengan perolehan suara terbanyak, Yudi berpeluang menjadi ketua DPRD Kota Blitar. Tetapi, Yudi mengaku belum siap menduduki posisi ketua. Dia sadar sebagai pendatang baru dan belum paham betul soal aktivitas di DPRD.

"Soal itu saya serahkan ke partai (PDIP). Partai juga punya aturan terkait masalah itu. Kalau saya pribadi belum siap menjadi ketua. Masih banyak kader senior yang lebih mumpuni menjadi ketua," katanya.

Yudi malah memilih berada di komisi II DPRD Kota Blitar. Komisi II membidangi soal pariwisata, perdagangan, dan olahraga. Dia tertarik di komisi II karena ingin memajukan olahraga di Kota Blitar. "Saya pilih di komisi II, yang membidangi olahraga. Saya ingin memajukan olahraga di Kota Blitar," ujarnya.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Unisba Blitar, Hery Basuki mengatakan, Caleg pendatang baru dengan perolehan suara tertinggi merupakan fenomena menarik. Artinya, ada pergeseran pola pemilih, terutama pemilih pemula yang cenderung mencari sosok caleg baru.

Pemilih pemula mencari sosok Caleg baru karena dianggap masih bersih dan bisa membawa perubahan. Beda dengan petahana yang biasanya sudah ada sisi kekurangannya di masyarakat.

"Selain itu, biasanya pendatang baru ini sudah punya modal sosial yang tinggi. Dia sudah biasa terjun di tengah-tengah masyarakat. Ketika maju menjadi Caleg, masyarakat sudah tidak asing lagi. Modal sosial ini penting, selain modal finansial," kata Hery. 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved