Kabar Tulungagung

Sidak Dinkes Tulungagung Ke Grosir Makanan, Ada Kardus Mimuman Yang Jadi Sarang Tikus

Sidak toko makanan dilakukan sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat selama bulan Ramadan hingga lebaran nanti.

Sidak Dinkes Tulungagung Ke Grosir Makanan, Ada Kardus Mimuman Yang Jadi Sarang Tikus
suryamalang.com/David Yohanes
Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinkes Tulungagung, Masduki memeriksa kemasan minuman di toko Grosir 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah grosir makanan dan minuman, Rabu (8/5/2019). Sidak ini sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat selama bulan Ramadan hingga lebaran nanti.

"Kan saat ini sampai nanti menjelang lebaran, permintaan makanan dan minuman meningkat signifikan," terang Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinkes Tulungagung, Masduki.

Karena tingginya permintaan makanan dan minuman, Dinkes mengintensifkan pengawasan pengawasan pangan. Kegiatan ini dilakukan di tingkat grosir, retail, takjil dan parsel.

Diharapkan tidak ada makanan yang tidak layak makan dijual ke masyarakat. Sidak juga untuk melihat cara angkut dan penempatan barang saat di gudang atau toko.

Hasilnya ditemukan, tumpukan minuman yang menjadi sarang tikus di sebuah grosir di Jalan Raya Adi Sucipto Tulungagung. Kardus minuman tersebut rusak dicacah tikus, kemudian kotoran tikus juga mencemari tempat penyimpanan minuman ini.

"Ada temuan, ternyata Pest Control (pengendalian hama) di grosir tersebut tidak dilakukan. Akibatnya banyak sarang tikus dan kecoak ditemukan," ungkap Masduki.

Masduki mengingatkan, tikus adalah salah satu penyebar kuman, mulai dari virus, bakteri lepsospirosis hingga salmonella.

Karena itu pihaknya akan mengeluarkan surat peringatan kepada pemilik usaha, agar ada upaya perbaikan. Salah satunya menggunakan pest control elektrik yang banyak dijual.

Alat ini memang tidak membunuh tikus, namun bisa mengusir tikus agar tidak mendekat ke tempat penyimpanan barang. Jika peringatan ini diabaikan, Dinkes akan mengeluarkan surat peringatan keras. "Sanksi terburuknya jika tetap diabaikan, kami bisa rekomendasikan agar ditutup," tegas Masduki.

Dinkes akan mengumpulkan para pengusaha grosir dan retail makanan ini untuk diberi pengertian. Bukan hanya pengendalian tikus dan serangga, namun juga soal cara bongkar muat barang makanan dan minuman.

Karena itu Dinkes akan menggandeng Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) untuk memberi wawasan mekanisme distribusi. "Temuan kami lainnya, kemasan makanan banyak yang diletakkan langsung ke lantai atau mepet dinding. Padahal seharusnya ada jarak sekitar 10 sentimeter," ujar Masduki.

Dengan meletakkan kemasan makanan dan menuman mepet lantai atau dinding, maka akan mempercepat kerusakan. Belum lagi jika lembab, akan beresiko tercemar berbagai kuman. Selain itu banyak kardus makanan yang ditumpul lebih dari delapan karton.

Lebih jauh Masduki mengatakan, harus ada pengawas barang di setiap lorong gudang. Mereka yang bertanggung jawab memastikan, maka barang baru dan mana barang lama. Tugas mereka memastikan, barang yang awal dijual lebih cepat, dan barang yang masuk belakangan dijual berikutnya.

"Jangan sampai ada barang yang masuk duluan, tapi dijualnya belakangan. Resiko menjadi rusak semakin besar," pungkas Masduki. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved