Kabar Surabaya

Sandiaga Uno Tak Mau Bahas 'People Power;, Katanya Masih Berbaik Sangka pada Bawaslu

BPN juga melaporkan dugaan tindak pidana umum Pasal 515, 523, dan 547 UU Pemilu terkait kematian Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Sandiaga Uno Tak Mau Bahas 'People Power;, Katanya Masih Berbaik Sangka pada Bawaslu
suryamalang.com/Bobby Constantine Koloway
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno tiba di Masjid Agung, Surabaya, Rabu (15/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno enggan berkomentar panjang soal potensi people power pasca penetapan rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, 22 Mei 2019 menda. Sandiaga masih cukup optimistis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dapat mengabulkan tuntutan pihaknya terhadap sejumlah kecurangan saat pelaksanaan pemilu lalu.

"Kami masih berbaik sangka. Kami percaya, masih akan ada revisi dan perbaikan sehingga bisa menghadirkan pemilu yang jujur dan adil," kata Sandiaga kepada jurnalis ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (15/5/2019).

Sandi cukup optimistis bahwa berbagai temuan pihaknya yang telah disampaikan akan segera ditindaklanjuti. "Banyak penyimpanan yang harus terus diperbaiki. Kita Kawal terus proses ini. Untuk Bawaslu dan DKPP, kami harap segera diproses. Segera dilakukan langkah-langkah tindak lanjut," katanya.

Lantas, bagaimana kalau revisi tersebut tak dikabulkan oleh Bawaslu? "Kami tidak mau berandai-andai atau berhipotesa. Saat ini sudah jelas terkait penyimpanan. Hal itu juga sudah dipaparkan secara detail," kata Cawapres pendamping Calon Presiden, Prabowo Subianto ini.

Ia juga enggan menanggapi soal kemungkinan keikutsertaanya di aksi ini apabila tetap akan digelar oleh para relawannya. "Sekali lagi, kami berbaik sangka (kepada penyelenggara pemilu) dahulu, untuk melakukan revisi dan koreksi," katanya kembali menegaskan.

Bukan dalam bentuk penggalangan massa, menurutnya yang terpenting saat ini adalah mengawal proses pelaksanaan pemilu. "Kita berharap demokrasi bisa dijaga bersama. Sebab, menyangkut martabat bangsa," katanya.

"Kami sampaikan kepada teman-teman seperjuangan bahwa perjuangan ini belum selesai. Pekerjaan belum tuntas. Kami akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Kita pastikan proses demokrasi jangan sampai tercederai," pungkas cawapres berlatarbelakang pengusaha ini.

Untuk diketahui, sebelumnya Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, telah melaporkan dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 ke Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu), Jumat (10/5/2019).

BPN menilai selama masa kampanye pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin patut diduga menyalahgunakan kekuasaan. Salah satunya terkait kebijakan Presiden Joko Widodo menaikkan gaji pegawai negeri sipil ( PNS).

Dugaan pelanggaran lain, yakni terkait pengerahan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai BUMN semasa kampanye. Paslon nomor urut 01 dinilai melakukan pelanggaran terkait politik uang, menaikkan gaji PNS, dan membagikan THR yang dipercepat.

Pasal yang dilanggar ialah Pasal 286 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pemilu (UU Pemilu) jo Pasal 1 Ayat 28 dan 29 Peraturan Bawaslu No 8 Tahun 2018 tentang Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilihan Umum.

Selain itu, BPN juga melaporkan dugaan tindak pidana umum Pasal 515, 523, dan 547 UU Pemilu terkait kematian Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam jumlah yang sangat besar. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved