Percobaan Perampokan di Pakis

Dapat Rp 2,8 Juta, Dodik Langsung Beli Sepeda untuk Anaknya

Kalau ternyata rumah yang dituju ada penghuninya, maka Dodik akan berpura-pura salah alamat dan menanyakan alamat rumah orang tertentu.

Editor: fatkhulalami
Warga mengerubungi mobil yang ditinggalkan pelaku. 

SURYA Malang, KOTA -  Menjadi satu-satunya pelaku yang ditangkap setelah gagal membobol rumah di Desa Tirtomoyo Pakis, Dodik mengaku hanya sekedar melakukan instruksi Yudi saat beraksi.

Ia juga mengaku tidak tahu menahu ihwal persiapan mencuri dan penentuan target sasaran.

Dodik menyebutkan, dirinya biasa duduk di bangku belakang saat beraksi menggunakan mobil. Sementara penentu target pencurian biasanya Yudi atau Sugeng.

Saat beraksi, Dodik sering berperan sebagai orang pertama yang memastikan kondisi rumah kosong.

“Tugas saya turun untuk mengetuk pintu rumah,’ ujar Dodik, Selasa (16/12/2014).

Kalau ternyata rumah yang dituju ada penghuninya, maka Dodik akan berpura-pura salah alamat dan menanyakan alamat rumah orang tertentu.

Dari perannya membantu kawanan pencuri spesialis rumah kosong itu, Dodik tetap menerima bagian secara cash.

“Saya tahunya dikasih uang saja, tidak tahu bagimana hitungannya, Yang pertama kali saya dikasih Rp 300.000, lalu saya gak pernah ikut lagi, terus ikut lagi dapat bagian Rp 2.800.000, uangnya saya gunakan buat beli sepeda anak saya,” ujar pria yang memiliki dua anak itu.

Dodik mengaku hanya ikut beraksi dengan kelompok Yudi sebanyak tiga kali sebelum tertangkap.

“Saya sebenarnya tidak mau ikut-ikut lagi, kemarin itu saya mau pinjam uang lagi trus langsung diajak. Sstri dan anak saya sebelumnya tidak tahu kalau saya melakukan ini, saya menyesal,” kata Dodik.

(Dyan Rekohadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved