AirAsia Hilang Kontak
10 Penumpang Air Asia Ini Batalkan Liburan ke Singapura
"Kami mau liburan tahun baru di Singapura. Tiket Hotel, serta tiket ke Wahana Universal sudah kami batalkan semuanya,"
SURYA Malang, SURABAYA - Rencana liburan ke Singapura selama tujuh hari di Singapura yang direncanakan oleh keluarga besar Ari Putro Cahyono (32) dan kakaknya Cristianawati (36) batal sudah.
Keluarga besar yang tinggal di Perumahan Yayasan Kas Pemerintah (YKP) RL 5 Blok Jakarta No 17, Rungkut, Surabaya ini ketinggalan pesawat Air Asia QZ 8501 yang hilang kontak pada Minggu (28/12/2014) pagi tadi.
Crsitianawati mengatakan, rencananya keluarga besarnya yang berjumlah sepuluh orang akan berlibur ke Singapura. Sepuluh orangtersebut yakni, Sepuluh penumpang Air Asia tersebut antara lain, Mujilah Sudibyo (59), Cristianawati (36) dan Jodi Ribawanto (40), dan tiga anaknya Daniel Candra Winata Renold (7), Gibieon Satrio Renold (5), Sudibyo Samuel Renold (7 bulan) dan pasangan suami istri Ari Putro Cahyono (32) dan Anggi Mahesti (27) beserta dua anaknya Rahadian Putro Wicaksono (4), Putri Sekar Arum(11 bulan).
"Kami mau liburan tahun baru di Singapur. Rencananya, 28 Desember - 3 Januari nanti. Tiket Hotel, serta tiket ke Wahana Universal sudah kami batalkan semuanya," kata Crsiti yang mengaku sangat bersyukur karena tidak jadi naik ke pesawat AirAsia yang hilang kontak.
Ia mengaku tidak ada firasat sama sekali, bila pesawat AirAsia yang seharusnya akan mengantarkan keluarganya berlibur ke Singapura mengalami kecelakan.
"Kami nggak ada firasat, cuma semalam sebelum kami berangkat ke bandara sempat ragu karena mamah saya kurang enak badan," kata wanita yang berprofesi sebagai notaris di Malang ini.
Dirinya mengetahui pesawat AirAsia mengalami kecelakaan setelah petugas bandara memberitahukan kepadanya. Petugas bandara yang tidak ia ketahui namanya itu menghampirinya dan memberitahu bila pesawat mengalami kecelakaan.
"Selamat keluarga bapak dan ibu nggak jadi naik, dia (petugas) kemudian memberi tanda dengan tangannya kalau pesawat jatuh," jelasnya.
Cristi mengatakan, hingga saat ini ia dan keluarganya masih shock setelah mendapat kabar hilangnya pesawat AirAsia. Bahkan, kopor yang sebelumnya mereka bawa ke bandara, masih belum mereka bongkar.
(Rahadian Bagus P)