Kamis, 9 April 2026

AirAsia Hilang Kontak

Batal Naik karena Telat, Keluarga Ini Selamat dan Dapat Kado Natal Terindah

"Bapak dapat kado Natal terindah. Pesawat AirAsia yang akan bapak naiki jatuh,"

Editor: fatkhulalami

SURYA Malang, SURABAYA -  Natal 2014 ini, mungkin menjadi Natal yang tidak akan terlupakan bagi keluarga besar Ari Putro Cahyono (32) dan kakaknya Cristianawati (36).

Sepuluh orang anggota keluarganya, selamat dari kecelakaan yang menimpa pesawat AirAsia QZ 8501 penerbangan Surabaya-Singapura yang mengalami lost contact pada Minggu (28/12/2014) pagi tadi.

Sepuluh penumpang AirAsia tersebut antara lain, Mujilah Sudibyo (59), Cristianawati (36) dan Jodi Ribawanto (40), dan tiga anaknya Daniel Candra Winata Renold (7), Gibieon Satrio Renold (5), Sudibyo Samuel Renold (7 bulan) dan pasangan suami istri Ari Putro Cahyono (32)  dan Anggi Mahesti (27)  beserta  dua anaknya Rahadian Putro Wicaksono (4), Putri Sekar Arum(11 bulan).

Ari mengaku sangat bersyukur keluarganya dapat selamat dari musibah pesawat Air Asia yang hilang kontak.

"Rasanya campur aduk, kami sangat bersyukur keluarga dapat terhindar dari musibah. Namun, kami bersedih dengan yang dialami penumpang AirAsia yang hilang kontak," terang pria yang bekerja di Dealer Kawasaki di Kediri ini, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (28/12/2014).

Dikatakannya, dirinya mendapat kabar jatuhnya pesawat AirAsia yang batal ia tumpangi itu dari petugas bandara yang menghampiri mereka.

"Bapak dapat kado Natal terindah. Pesawat AirAsia yang akan bapak naiki jatuh," kata Ari menirukan ucapan petugas Angkasa Pura kepadanya waktu itu.

Seketika itu juga, ia yang masih memegang tiket langsung merinding dan gemetaran. Sementar keluarganya langsung menangis dan saling berpelukan.

"Kami semua nangis di bandara. Banyak orang-orang yang lihat. Kami sangat bersyukur," ucap ayah dua anak ini.

(Rahadian Bagus P)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved