Insiden AirAsia QZ8501
Sedang Berduka, Tak Ada Pesta Tahun Baru di Grahadi Surabaya
Warga Jatim sedang berduka menyusul terjadinya musibah kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura.
SURYA Malang, SURABAYA - Gubernur Jatim Soekarwo akhirnya membatalkan rencana perayaan pesta tahun baru di halaman Gedung Negara Grahadi.
Keputusan ini diambil, karena warga Jatim sedang berduka menyusul terjadinya musibah kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura. Dari jumlah 162 orang penumpang dan awak pesawat, sebagian besar adalah warga Jatim.
“Makanya untuk menghormati keluarga penumpang AirAsia yang lagi berduka karena baru saja terkena musibah, maka perayaan Tahun Baru di Grahadi saya batalkan,” tegasnya, Rabu (31/12/2014).
Akibat pembatalan tersebut, berbagai persiapan teknis untuk menyambut tahun baru 2015 yang sudah dilakukan Biro Kesra Setdaprov Jatim langsung dihentikan semua.
Padahal panggung raksasa sudah didirikan di Jalan Gubernur Suryo, yang berada di depan Gedung Grahadi. Selain itu, rencana meniup terompet besama-sama dan pesta kembang api selama 10 menit, juga batal dilakukan.
Bahkan backdrop panggung yang bertuliskan menyambut pergantian Tahun Baru 2015, diganti dengan tulisan "Acara Hiburan Ditiadakan, Ikut Bela Sungkawa terhadap Korban Kecelakaan Pesawat AirAsia QZ 8501”.
Sebagai gantinya, Pakde Karwo minta perayaan tahun baru dilakukan dengan cara yang sangat sederhana.
Acaranya dikemas, dengan melakukan doa bersama untuk korban pesawat AirAsia dan doa agar Jatim selama setahun ke depan terhindar dari bencana dan menjadi lebih baik lagi. Doa akan dipimpin oleh Ketua MUI Jatim KH Abdus Shomad Bukhori.
(Mujib Ridwan)