Sitar Asrie Mengalun di Galeri Malang Bernyanyi
Asrie megatakan, selama tinggal di India, berdomisili di rumah seorang artis Sitar di India, Prof Dr Ahmad Raza Khan Pathan.
SURYA Malang, MALANG – Suara alat musik petik asal India, sitar mengalun merdu di ruangan Galeri Malang Bernyanyi, Kota Malang, Kamis (08/01/2015) sore. Seluruh orang di sini diam, tersihir alunan petikan senar sitar.
Alunan musik sitar itu terdengar dalam waktu tiga menit.
Setelah alunan berakhir, sekitar sepuluh orang yang mengikuti workshop music Sitar bertepuk tangan.
Mereka terpukau dengan alunan music yang dimainkan Asrie Trenady (35), nama pemain Sitar itu.
“Tidak ada judul, atau nada pastinya. Bermain alat music ini seperti bermain music jazz. Tidak ada nada yang pasti, walaupun aturan tingkatan nadanya tetap ada,” kata Asrie, Kamis (8/1/2015).
Menurut Asrie, Alat musik ini merupakan sarana kontemplasi, atau doa. Biasanya dimainkan saat ritual keagamaan dari suku Urdu.
Meski demikian, keberadaan Sitar yang kian populer, membuat alat musik ini semakin banyak digabungkan dengan berbagai alat musik modern, dan dikombinasikan dengan berbagai jenis genre.
The Beatles misalnya, pernah menggabungkan alat musik ini dalam lagunya, Norwegian Wood.
Setelah itu, grup-grup band yang memasukan sitar ke dalam musiknya makin banyak lagi. Jumlahnya sudah tak terhitung lagi.
Asrie megatakan, selama tinggal di India, berdomisili di rumah seorang artis Sitar di India, Prof Dr Ahmad Raza Khan Pathan.
“Mau tidak mau, saya pun belajar sitar dengan bimbingannya,” kata dia.
Aries sendiri akan membuka rangkaian Festival Dawai Nusantara di Malang. Rencananya, festival musik ini bakal berlangsung Juni nanti.
(Adrianus Adhi)