Bus Sekolah Malang
Sopir Mikrolet Minta Bus Sekolah Malang Khusus Buat Siswa Miskin
“Yang boleh naik bus sekolah hanya siswa miskin yang memegang kupon saja,”
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Sejumlah sopir mikrolet kembali meminta Pemkot Malang untuk tidak mengoperasikan bus sekolah terlebih dulu.
Pasalnya, berdasarkan hasil survei, jumlah pelajar yang naik mikrolet di Kota Malang, sangat minim.
Ketua jalur mikrolet Arjosari-Borobudur-Gadang, Adi Purwanto, alias Toger, mengatakan, hasil survei menunjukkan hanya ada satu dua siswa yang naik mikrolet ke sekolah.
Jika bus sekolah dioperasikan, ia khawatir pelajar penumpang mikrolet akan habis.
“Kondisinya memang sepi. Jadi lebih baik Pemkot jangan mengoperasikan dulu bus sekolah,” kata Toger, Kamis (5/2/2015).
Toger menyarankan Pemkot Malang, agar bus sekolah hanya digunakan mengantar siswa bila ada kegiatan study tour.
Atau, boleh saja digunakan untuk keperluan antar jemput sekolah, asal khusus buat siswa-siswa miskin. Caranya, Pemkot lebih dulu mendata siapa saja siswa yang miskin, lalu memberi mereka kupon bus sekolah.
“Yang boleh naik bus sekolah hanya siswa miskin yang memegang kupon saja,” ujarnya.
Sementara , Ketua jalur mikrolet Arjosari-Dinoyo-Landungsari (ADL), Arifin Sarido, menambahkan, kebijakan larangan siswa membawa sepeda motor ke sekolah percuma kalau tidak diterapkan dengan tegas.
Operasi kendaraan terhadap pelajar yang dilakukan polisi, tidak dilakukan secara terus menerus. Akibatnya, siswa tidak jera dan akan membawa sepeda motor lagi ke sekolah.
“Keinginan kami tetap, bus sekolah tidak dioperasikan. Karena kondisi penumpang mikrolet saat ini sepi,” kata Arifin Sarido.
(Samsul Hadi)