Bus Sekolah Malang
Jumat, Pemkot Malang Try Out Lagi Bus Sekolah
Wali Kota Malang Abah Anton mengaku baru akan melakukan kajian kedua kepada pelajar pada Jumat (13/2/2015) sekaligus pengoperasian bus sekolah.
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Tim Pemkot Malang gagal melakukan kajian tahap kedua atas rencana pengopeasian bus sekolah. Seharusnya, kajian ini digelar Selasa (10/2/2015) ini.
Sedianya, hari ini pelajar yang biasa naik mokrolet disurvei. Akan dilihat dampak pengoperasian bus sekolah terhadap pelajar ini.
Survei ini survei susulan setelah survei pertama yang yang melihat pelajar penumpang mikrolet tanpa pengoperasian bus sekolah.
Wali Kota Malang Abah Anton mengaku baru akan melakukan kajian kedua pada Jumat (13/2/2015) sekaligus pengoperasian bus sekolah.
“Jumat kita operasikan bus sekolah agar tahu dampaknya seperti apa. Semua pihak mendesak agar bus sekolah segera dioperasikan," kata Wali Kota Anton.
Abah Anton tadi siang bertemu dengan Forpimda dan Organda di Balai Kota Malang membahas bus sekolah. Pemkot akan mencari solusi bagaimana meningkatkan pendapatan sopir mikrolet.
Salah satunya, Pemkot Malang akan mengeluarkan kebijakan pelarangan siswa membawa sepeda motor ke sekolah.
"Kami ingin bus sekolah bisa segera dioperasikan di wilayah pinggiran dulu. Banyak siswa yang kesulitan transportasi di wilayah pinggiran," katanya.
Ketua DPC Organda Malang, Rudy Soesamto menyatakan agarpengoperasian bus sekolah tidak mengorbankan sopir mikrolet.
"Sekarang Pemkot masih mencari solusi untuk meningkatkan pendapatan sopir mikrolet," ujar Soesamto. (Samsul Hadi)