Blar! Amunisi 105 Milimeter Pindad Hajar Desa Pandanwangi Lumajang
“Tahun ini kami menargetkan memproduksi amunisi 105 mm sebanyak 5.000 butir untuk memasok kebutuhan persenjataan TNI AD,”
SURYAMALANG.COM, LUMAJANG – Amunisi-amunisi 105 milimeter buatan perusahaan pembuat senjata dan peluru asal Turen, Kabupaten Malang, PT Pindad (Persero), tumpah di kawasan Air Weapon Range (AWR) milik Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU, di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jumat (6/3/2015).
Jangan salah kira, karena ini hanyalah ujicoba semata.
Ya, setelah sukses memproduksi munisi kaliber kecil (MKK), Pindad siap memasarkan munisi kaliber besar (MKB) 105 milimeter (mm) pada 2015.
Untuk melihat kesiapan, PT Pindad melakukan uji coba amunisi kaliber 105 mm tersebut.
Uji coba amunisi itu dipamerkan ke sejumlah pejabat tinggi TNI AD, antara lain, Wakil Asisten Logistik Kepala Staf AD, Brigjen TNI Jani
Iswanto dan Komandan Pusat Kesenjataan Armed TNI AD, Brigjen TNI Sonhadji.
Ada empat jenis amunisi kaliber 105 mm yang diuji coba, yakni, tajam, hampa, asap, dan latih.
Uji coba amunisi 105 mm menggunakan meriam jenis M101 buatan Amerika.
Ujicoba pun berlangsung sukses. Jangkauan amunisi 105 mm tajam ini mencapai 4 - 11 kilometer.
Amunisi itu mampu meledakkan areal dalam radius 25 meter.
Dalam uji coba itu, tingkat akurasi amunisi dalam mencapai sasaran cukup bagus tidak melebihi batas sebaran panjang dan sebaran lebar sasaran.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Ade Bagdja menyatakan amunisi 105 mm jenis tajam ini sudah diproduksi sejak 2012.
Produk itu sudah mendapatkan sertifikasi dari Dislitbang AD pada 2013. Rencananya, PT Pindad siap memasarkan amunisi tersebut tahun ini.
“Tahun ini kami menargetkan memproduksi amunisi 105 mm sebanyak 5.000 butir untuk memasok kebutuhan persenjataan TNI AD,” kata Ade.
( Samsul Hadi )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ujicoba-pindad-105-mm-lumajang.jpg)