Tuntut Kades Dibebaskan, Ribuan Orang Bersila di Depan Mapolres Bangkalan
Aksi ini membuat jalur kembar itu tidak berfungsi lantaran massa duduk bersila sambil berdoa.Semua kendaraan yang akan menuju arah selatan dialihkan.
SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Sedikitnya 500 massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda dan Santri (GPSM) menggelar istighosah di depan Mapolres Bangkalan, Jalan Soekarno - Hatta, Rabu (11/3/2015).
Aksi ini membuat jalur kembar itu tidak berfungsi lantaran massa duduk bersila sambil berdoa.
Semua kendaraan yang akan menuju arah selatan (depan mapolres) dialihkan ke jalur arah utara atau menuju Stadion Gelora Bangkalan (SGB).
Massa terus melakukan istighosah kurang lebih selama 30 menit sebelum melakukan orasi.
GPSM yang berasal dari Desa Durjan, Kecamatan Kokop itu menuntut agar Kades Durjan terpilih Mahrul Ali yang ditahan karena kasus pemalsuan dokumen kependudukan (KTP) diberi keadilan dan perlakuan yang sama.
"Saya minta agar kades kami dikeluarkan. Ada unsur diskriminasi terhadap kades kami. Beliau tidak bersalah," ungkap H Anwar (56), warga Desa Durjan yang ikut beristighosah kepada SURYAMALANG.COM.
Dalam aksi tersebut, massa membawa poster bertuliskan "Kades Durjan Tak Bersalah, "Segera Keluarkan Kades Durjan, dan "Kapolres dan Kasatreskrim Mengundurkan Diri".
Mengantisipasi tindakan anarkis, Polres Bangkalan menurunkan 150 anggota dan satu kompi Brimob Polda Jatim. Pihak polres juga berkoordinasi dengan TNI untuk 30 anggota Kodim 0829 Bangkalan. (Ahmad Faisol)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/demo-polres-bangkalan.jpg)