Kamis, 16 April 2026

35 Titik di Kota Malang Rawan Bencana, DAS Brantas Paling Diwaspadai

“Kami sudah petakan kawasan yang rawan longsor, ada 35 titik yang perlu diwaspadai dan sudah kami konsolidasikan dengan lembaga terkait,”

Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Dyan Rekohadi
Sungai Brantas yang mengalir di Kota Malang, Jawa Timur merupakan daerah rawan terjadi bencana 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Jawa Timur mulai megambil langkah untuk menangani dan mencegah jatuhnya korban akibat bencna alam, khususnya banjir dan tanah longsor sekarang ini.

Dalam waktu dekat BPBD Kota Malang bakal menjalankan program Kelurahan Tangguh.

Pembentukan Kelurahan Tangguh menjadi program yang perlu dijalankan segera oleh BPBD. Hal ini tidak terlepas dari kerapnya peristiwa longsor di Kota Malang dalam dua bulan terakhir.

Kepala BPBD Kota Malang, J Hartono menyatakan, dalam mencegah dan menanggulangi bencana banjir serta longsor yang mengancam Kota Malang, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Tim BPBD langsung turun ke lokasi bencana longsor dan memberi bantuan.

Untuk tindakan antisipasi, BPBD sudah menyiapkan posko dan anggota yang selalu siaga.

“Kami sudah petakan kawasan yang rawan longsor, ada 35 titik yang perlu diwaspadai dan sudah kami konsolidasikan dengan lembaga terkait,” ujar Hartono, Sabtu (114/3/2015).

Ia menyebut, kawasan DAS (Daerah Aliran Sungai) Brantas kini menjadi daerah yang paling diwaspadai di Koa Malang.

Ia menyebut, dalam menhadapi hal ini, ada tiga unsur, yakni pemerintah, masyarakat dan swasta harus ikut terlibat langsung.

Sebagai langkah konkret, dalam waktu dekat BPBD bakal mengundang para lurah di Kota Malang untuk menyiapkan Kelurahan Tangguh. Dalam program ini, BPBD akan memberikan pembekalan informasi dan pelatihan tanggap bencana.

Nantinya akan ada perwakilan dari kelurahan yang dilatih secara khusus. Tapi sebagai langkah awal prioritas ditujukan bagi kelurahan yang rawan bencana banjir dan longsor.

“Harapannya di kelurahan nantinya sudah ada yang bisa memberi respon cepat dalam mencegah dan menangani kondisi bencana lebih awal,” tambah Hartono.

(Dyan Rekohadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved