Janda di Gresik Capai 33 Ribu, Cerai Karena Selingkuh
“Kebanyakan janda ini dari luar Gresik. Mereka sudah menetap dan pindah tempat tinggal dari kampung halaman ke Kota Gresik untuk bekerja,"
SURYAMALANG.COM, GRESIK - Jumlah janda di Kabupaten Gresik, Jawa Timur mencapai 33.777 orang pada 2014. Tingginya jumlah jada di Gresik, lantaran cerai karena perselingkuhan antara suami dengan perempuan lain atau istri kepincut dengan laki-laki yang lebih mapan.
“Kebanyakan janda ini dari luar Gresik. Mereka sudah menetap dan pindah tempat tinggal dari kampung halaman ke Kota Gresik untuk bekerja tapi setelah perjalanan waktu atau faktor ekonominya mapan, suami memilih selingkuh dan akhirnya berujung perceraian,” kata Khusaini, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Gresik, Minggu (15/2/2015)
Masuknya warga luar Gresik, karena di Gresik berkembang perusahaan dan pabrik. Akibatnya banyak tenaga kerja dari luar Gresik dan menikah akhirnya menjadi warga Gresik.
“Para janda-janda yang terdaftar di bagian Kesra ini kebanyakan warga kelahiran luar Gresik. Seperti, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Rembang Jawa Tengah, Jember, Banyuwangi dan Madura,” imbuhnya.
Dari data 33.777 orang janda di Gresik tersebut, bisa saja masih akan terus bertambah. Sebab di 2015 belum dilakukan pendataan ulang.
“Pasti jumlahnya bertambah, sebab janda yang kaya tidak didaftar. Mungkin yang kaya sudah menjadi miskin atau yang miskin menjadi kaya,” katanya.
(Sugiyono)