Masuk Honorer Satpol PP di Kediri Bayar Rp 25 Juta
Masuk tenaga kontak tak berlaku kecakapan, namun siapa yang berani membayar minimal Rp 25 juta bisa menjadi honorer Satpol PP Kota Kediri.
SURYAMALANG.COM, KEDIRI – Kalau ingin dipekerjakan sebagai honorer atau tenaga kontrak Satpol PP di Kota Kediri tak berlaku kecakapan atau keahlian di bidangnya.
Namun siapa yang berani membayar minimal Rp 25 juta bisa menjadi honorer Satpol PP.
Demikian diakui salah satu Satpol PP Kota Kediri yang baru saja keluar. Satpol PP ini tak diperpanjang kontrak di satuan tugasnya.
“Saya harus membayar Rp 25 juta untuk masuk menjadi honorer Satpol PP,” aku CO, salah satu honorer Satpol PP, Senin (16/3/2015).
Namun pengenaan biaya masuk menjadi honorer ini tak disertai bukti kwitansi. Meski dikenakan biaya masuk puluhan juta, namun banyak yang tertarik. Mereka tertarik karena mereka diiming-imingi menjadi honorer daerah (honda).
Dikatakan, ada seseorang yang menjadi semacam makelar untuk mencari korban. Setelah membayar puluhan juta itu, warga akan mendapatkan seragam dan bekerja dengan gaji setara UMK atau sekitar Rp 1,2 juta.
Saat ini, ada sebanyak 40 tenaga kontrak yang dipekerjakan. Ditengarai, semua memberlakukan biaya masuk. "Hampir semuanya membayar. Nilainya ada yang lebih dari saya," tambah Co.
Tidak hanya Co yang siap membeber aib rekrutmen tenaga honorer berbayar itu. Mereka juga akan mengadukan ke pihak berwenang. Mereka diputus kontrak tanpa ada surat peringatan lebih dulu.
"Kami curiga setelah kami diberhentikan malah mengangkat lagi 10 pegawai baru. Kami menduga berlaku biaya yang sama. Yang berwenang harus mengusut. Kami siap bersaksi," tambahnya.
Sementara Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana mengakui ada 15 tenaga kontrak Satpol PP tak diperpanjang. Sebelumnya memang dibutuhkan 40 tenaga kontrak.
"Namu status tenaga kontrak ini berbeda dengan tenaga honorer daerah. Kalau masa kontraknya selesai berarti hubungan kerjanya sudah selesai," kata Apip.
Sementara berlakunya upeti dan berbayar bagi tenaga kontrak baru, Apip enggan menjelaskan masalah tersebut.
“Sepengetahuan saya menjadi tenaga kontrak tidak membayar,” jawab Apip dillomatis. (Didik Mashudi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/satpol-berbayar.jpg)