ISIS di Malang

Tonori Jadi Pria ke-4 yang Ditangkap Densus 88 di Malang

“Sampai sekarang saya tidak tahu persoalannya apa. Yang jelas, menantu saya ini bukan pencuri,”

Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Tim Densus 88 Mabes Polri berjaga-jaga di depan rumah milik Abdul Hakim, jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (26/3/2015). 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri juga menangkap asisten Junaedi, yakni Sotori (35).

Warga Jalan Terong RT 6, RW 3, Kedungkandang, ini ditangkap polisi di rumahnya, Kamis (26/3/2015), setelah baru saja sampai ke rumahnya.

Beberapa tetangga Sotori mengatakan, hanya lima belas menit setelah Sotori sampai rumah, polisi datang menggunakan sepeda motor.

Polisi yang melihat Tonori duduk bersila di halaman rumah, langsung membawanya pergi.

Mertua, istri, lima anak Tonori, serta dua teman Tonori yang juga berada di lokasi penangkapan, juga tak bisa berbuat banyak.

Mereka pasrah, sekaligus kaget jika Tonori dibawa polisi pergi begitu saja.

Keluarga pun bingung mengapa polisi membawa Sotori.

“Sampai sekarang saya tidak tahu persoalannya apa. Yang jelas, menantu saya ini bukan pencuri,” kata Muhammad Satar (54), ayah mertua Tonori.

Tonori merupakan salah satu pekerja dari Junaedi, terduga ISIS yang ditangkap polisi pada Rabu (25/3/2015) malam.

Tonori bekerja sebagai penjual bakso pada Junaedi sudah lebih dari dua tahun.

Satar mengakui, keluarganya megenal baik Junaedi.

Bahkan, Junaedi serta keluarganya mengontrak rumah hingga kini mengontrak rumah milik Satar.

“Kenal ya pasti kenal. Tetapi, saya memastikan bahwa perkenalan menantu saya sebatas bos pada pekerja saja,” kata Satar.

(Adrianus Adhi)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved