Batu

Sang Menteri Pun Bengong, Dengar Penghasilan Petani Bunga di Batu

Khofifah kaget, ketika mendengar langsung bila petani bunga mawar bisa mendapat penghasilan Rp 15 juta per bulan.

Sang Menteri Pun Bengong, Dengar Penghasilan Petani Bunga di Batu
surya/benni indo
Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa, saat mengunjungi pertanian mawar di Kota Batu, Sabtu (4/4/2015). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Ada yang menarik ketika Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, berkunjung ke perkebunan bunga mawar di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Khofifah kaget, ketika mendengar langsung bila petani bunga mawar bisa mendapat penghasilan Rp 15 juta per bulan.

"Luar biasa! Jadi ini sekian kali lipat dari produktivitas padi. Dalam lahan 2.000 meter persegi yang ditanami bunga mawar, sebulan menghasilkan Rp 15 juta!," terangnya, Sabtu (4/4/2015).

Kata Khofifah, produktivitas petani bunga mawar jauh di atas petani gabah. Saat ini, rata-rata para petani menanam padi di area seluar 3.000 meter persegi. Namun penghasilannya masih kalah dengan para petani bunga mawar.

Mendapati fakta itu, Khofifah mengajak para akademisi dan peneliti untuk bisa mengembangkan lebih jauh potensi petani bunga mawar.

"Pertemuan antara akademisi di perguran tinggi, UPT Pertanian, termasuk LIPI harus bisa melihat kondisi ini," ujar Khofifah.

Dengan penghasilan di atas Rp 10 juta per/bulan, Desa Gunung Sari bisa mentas dari kategori Inpres Desa Tertinggal (IDT). Khofifah pun ingin agar Desa Gunung Sari menjadi role model melalui petani bunga mawar.

"Marketnya luar biasa, keberadaan petani bunga mawar bisa merubah desa IDT menjadi desa yang memiliki kesejahteraan tinggi," terang mantan Anggota Komisi VII DPR RI itu.

Tidak hanya di situ saja, Khofifah ingin pertanian bunga mawar di Desa Gunung Sari tersentuh teknologi modern.

Dengan sentuhan teknologi, bunga mawar yang ada Desa Gunung Sari bisa diproduksi semakin banyak dan beragam warna.

Khofifah memiliki pengalaman melihat kehebatan teknologi yang membuat warna bunga mawar disesuaikan dengan keinginan pangsa pasar. Pengalaman itu ia dapat ketika berkunjung ke Cina delapan tahun lalu.

( Benni Indo )

Editor: Aji Bramastra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved