Breaking News:

Malang Crime

Jebol Tembok Tahanan, Tersangka Pemerkosa Anak Tiri Kelabuhi Polisi

“Iya benar. Sekarang kami membentuk tim untuk mengejar tersangka. Memang kasus seperti ini (pemerkosaan) rawan melarikan diri,”

Editor: fatkhulalami
Tribunnews.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BATU - Polsek Batu, Kota Batu Jawa Timur kegilangan tahanan. Ini seiring kaburnya tersangka kasus pemerkosaan anak tiri, SMN alias S (35) yang tinggal di Dusun Gangsiran Puthuk, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.

SMN kabur dari tahanan Polsek Batu, Minggu (12/4/2015) sekitar pukul 14.15.

Pria yang juga residivis pembobolan kartu telepon itu melarikan diri dengan cara menjebol tembok bagian atas tahanan. Setelah membobol tembok tahanan, MNS leluasa meninggalkan kantor polisi. Polisi dikelabuhi karena hingga kini keberadaan tersangka belum diketahui dimana.

SMN merupakan tahanan titipan Polresta Batu. Pihak Polresta Batu menangkap pria tiga anak itu pada tanggal 17 Maret 2015 usai dilaporkan oleh istrinya atas pemerkosaan terhadap anak tiri SMN.

Kasubag Humas Polresta Batu, AKP Waluyo membenarkan SMN telah melarikan diri.

“Iya benar. Sekarang kami membentuk tim untuk mengejar tersangka. Memang kasus seperti ini (pemerkosaan) rawan melarikan diri,” ujar AKP Waluyo saat dihubungi Surya, Minggu (12/4/2015).

Diberitakan sebelumnya, SMN ditangkap Polresta Batu karena memerkosa anak tirinya yang masih berumur 13 tahun. Dia ditangkap polisi di rumah asalnya di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau pada hari Selasa (18/3/2015).

Kala Surya mewawancari tersangka, dia mengaku awal memerkosa anak tirinya itu pada April 2014. Dia mengaku hingga 2015 telah memerkosa anak tirinya sebanyak tujuh kali. Pada tanggal 13 Maret, SMN menyembunyikan anak tirinya di rumah asalnya di Petungsewu Kabupaten Malang.

Istri SMN mengetahui perilaku bejat suaminya ketika anaknya hamil, lalu melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Batu. SMN dan istrinya menikah secara siri tahun 2010.

Akibat tindakan bejatnya itu, Polresta Batu menjatuhkan pasal 81 ayat 2 UU 35/2014 tentang perlindungan perempuan dan anak kepada SMN, ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

(Iksan Fauzi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved