Jumat, 10 April 2026

Malang Kota

Selain Soal Bocor di Google, Ini Alasan Mengapa SNMPTN Tak Pakai Nilai Unas

Rektor UB, Prof Dr M Bisri MS saat dikonfirmasi Minggu (19/4/2015) petang, mengatakan, kebocoran soal itu bukan jadi satu-satunya masalah.

Editor: Aji Bramastra
harian surya
ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Sepuluh Rektor Perguruan TInggi Negeri (PTN), yang tergabung dalam Paguyuban Rektor PTN Jatim, kompak menyepakati bahwa nilai Ujian Nasional (Unas) tak akan masuk dalam penilaian SNMPTN tahun ini.

Kesepakatan itu diambil setelah ditemukan kebocoran soal di Google.

Meski demikian, Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr M Bisri MS saat dikonfirmasi Minggu (19/4/2015) petang, mengatakan, kebocoran soal itu bukan jadi satu-satunya masalah.

Menurut Bisri, jadwal pengumuman Unas juga menjadi persoalan bagi PTN.

“Untuk jalur undangan (SNMPTN) hasil Unas tak bisa masuk dalam penilaian karena dari waktu pengumuman saja sudah tidak mungkin,” katanya.

Untuk diketahui, jadwal pengumuman Unas ternyata lebih lama daripada pengumuman SNMPTN.

SNMPTN dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei 2015, atau enam hari sebelum pengumuman hasil Unas, yaitu 15 Mei 2015.

Artinya, tidak mungkin SNMPTN memakai nilai Unas.

Dengan keputusan tersebut, berarti penerimaan mahasiswa baru di tahun ini hanya mempertimbangkan penilaian siswa berdasarkan nilai rapor, kemampuan akademik, serta ijazah kelulusan.

Pertimbangan yang lain adalah prestasi para siswa selama di bangku sekolah, serta nilai akreditasi dan integritas di sekolah asal pelamar.

Kondisi seperti ini juga terjadi di tahun lalu. Ketika itu perguruan tinggi di Kota Malang kompak menolak menggunakan hasil Unas.

Alasan mereka adalah terbongkarnya kasus mencontek massal di Lamongan.

Meski begitu, Bisri belum bisa memastikan apakah hasil Unas juga tidak dipakai di SBMPTN, alias jalur seleksi.

“Nanti, kami rapatkan dulu dengan panitia,” ujar Bisri.

Selain UB, Rektor Universitas Negeri Malang dan UIN Maliki Ibrahim Malang, juga menyatakan hal yang sama.

Asal tahu saja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya sempat meminta agar PTN memasukan nilai Unas dalam komposisi penilaian mahasiswa saat SNMPTN.

( Adrianus Adhi )

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved