Breaking News:

Malang Crime

Pasutri ini Ditangkap Saat Bersenang-senang Bulan Madu

Pencuri di restoran tersebut terekam CCTV. Meski begitu, polisi kesulitan menelusuri dua pencuri tersebut karena mereka sudah terlanjur kabur.

Editor: fatkhulalami
surya/suryamalang.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Masa liburan pasangan suami istri (pasutri), Yanto Subari (49) dan Endah Asri Handayani (42) berakhir di penjara.

Keduanya ditangkap polisi dari Polsek Blimbing, Kota Malang, jawa Timur karena terbukti mencuri di salah satu restoran yang terdapat di Terminal Arjosari.

Kapolsek Blimbing, Kota Malang, AKP Budi Setiyono mengatakan pasutri yang kos di Desa Karangnongko, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ini ditangkap karena merusak brankas restoran tersebut, lalu mengambil uang sebesar Rp 18 juta di dalam brankas.

Selain itu, uang sebesar Rp 2 juta dalam meja kasir juga turut diambil.

“Total uang yang mereka curi sebesar Rp 20 juta,” kata Budi didampingi Kanit Reskrim Polsek Blimbing, AKP Roichan pada Surya, Selasa (21/4/2015).

Pencurian tersebut berlangsung pada 11 Januari 2015 malam. Kala itu Yanto mendatangi lokasi kerja istrinya di Terminal Arjosari, lalu membantu pekerjaan Endah di sana. Dia juga ikut menutup, dan mengunci pintu restoran, setelah jam bekerja di sana berakhir.

Kendati demikian, Yanto saat itu hanya berpura-pura saja. Saat semua pekerja sudah pulang, pasutri ini kembali ke restoran. Saat itu Yanto segera masuk dengan mudah karena pintu yang ia tutup tadi sengaja tak dikunci. Sementara, Endah menunggu di luar.

Kejadian di dalam restoran itu dengan mudah bisa ditebak. Pria kelahiran Papua ini lalu berjalan menuju tempat penyimpanan brankas di gudang. Dia membuka brankas menggunakan linggis yang juga terdapat di gudang.

Setelah berhasil menguras uang di brankas, Yanto kemudian berjalan lagi ke meja kasir. Dia merusak brankas di meja kasir dengan linggis tadi, lalu mengambil uang Rp 2 juta. Setelah itu, Yanto keluar, lalu menutup, serta mengunci pintu. Pasutri ini lalu kabur.

Pada 12 Januari 2015 pagi, penghuni terminal Arjosari geger. Ini disebabkan pengakuan Wiwik, pemilik restoran tempat Endah bekerja, yang mengatakan bahwa uang di brankas dan kasir di restoran miliknya, dicuri. Polisi yang mendengar laporan ini lalu mendatangi restoran Endah.

Kanit Reskrim Polsek Blimbing, AKP Roichan menambahkan pencuri di restoran tersebut terekam CCTV. Meski begitu, polisi kesulitan menelusuri dua pencuri tersebut karena mereka sudah terlanjur kabur.

“Mereka baru kami tangkap kemarin (Jumat, 17 April 2015) saat pulang ke Malang,” kata Roichan.

Atas perbuatan itu, Yanto dan Endah terancam hukuman penjara hingga 10 tahun. Yanto dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian, sementara Endah dijerat dengan Pasal 480 Subsider 56 Jontu 363 KUHP karena menampung, dan turut serta dalam pencurian tersebut.

“Pengakuan mereka, uang hasil pencurian itu sudah habis untuk senang-senang berlibur dengan berjalan-jalan di Semarang, Yogyakarta, dan Solo,” kata Roichan.

(Adrianus Adhi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved