Malang Kota
Malang Perlu Angkutan Massal Kereta Api
"Surabaya yang berencana membuat monorel dan trem. Seharusnya Malang juga bisa, untuk itu perlu diiventarisir kondisi Malang seperti apa,"
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kementerian Perhubungan mendorong pengembangan angkutan umum kereta api dalam kota di daerah. Pengembangan angkutan umum kereta api dalam kota dapat menjadi solusi mengatasi kemacetan di daerah.
Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perekeretaapian Kementerian Perhubungan, Sugiadi Waluyo menjelaskan, saat ini, Kementerian Perhubungan mempunyai program untuk mengaktifkan (reaktivasi) kembali jalur kereta peninggalan Belanda di beberapa daerah.
Jalur kereta api peninggalan Belanda bisa digunakan sebagai jalur angkutan umum kereta api dalam kota.
Menurut Sugiadi, untuk Jawa Timur, rencana reaktivasi jalur kereta api peninggalan Belanda akan dilakukan di Surabaya.
"Program ke depan, kami memang ingin mengembangkan angkutan massal kereta api baik di dalam kota maupun antar kota dalam provinsi," kata Sugiadi di sela-sela acara sosialisasi keselamatan perkeretaapian di Kota Malang, Rabu (22/4/2015).
Dikatakannya, pengembangan angkutan massal kereta api di Malang Raya juga diperlukan. Ia mendorong pemerintah daerah di Malang Raya untuk membuat perencanaan pembangunan angkutan umum kereta api.
Angkutan umum kereta api di Malang Raya bisa berupa trem, monorel, maupun komuter.
"Surabaya yang berencana membuat monorel dan trem. Seharusnya Malang juga bisa, untuk itu perlu diiventarisir kondisi Malang seperti apa, terus kebutuhan angkutan umum gimana," ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan angkutan umum kereta api dalam kota menjadi wewenang masing-masing pemerintah daerah. Pemerintah daerah bisa mengusulkan rencana itu ke Pemprov Jatim lalu diteruskan ke Kementerian Perhubungan.
"Seharusnya untuk pembiayaan juga ditanggung masing-masing daerah. Tapi, kalau tidak mampu, bisa mengusulkan bantuan anggaran ke pemerintah pusat," katanya.
(Samsul Hadi)