Ekonomi
Semen Gresik Waspadai Semen Produk China yang Lebih Murah
Pesaingan produk industri semen makin ketat. Ini setelah masuknya produk Semen dari pabrikan Semen China yang lebih murah.
SURYAMALANG.COM, BATU – Semen Gresik yang kini sudah menjadi Semen Indonesia mewaspadai mulai membanjirnya semen pabrikan China yang lebih murah.
Semen Gresik pun rajin turun ke daerah temui pelanggan seperti yang dilakukan di Kota Batu, Kamis (23/4/2015). Selain Kota Batu, pertemuan ini juga mencakup wilayah Malang Raya dan Pasuruan. Tiga wilayah ini menjadi pemasok terbesar Semen Gresik.
Tiga wilayah itu memberikan total penjulan mencapai 612,5 ton atau 13,7 persen dari total penjualan di wilayah Jatim pada tahun 2014. Rata-rata penjualan mencapai 53.000 ton perbulan.
"Kami targetkan tahun ini penjualan di wilayah Batu, Malang, dan Pasuruan bisa naik sekitar 6 persen atau mencapai 646,2 ton meski lumayan berat," kata Bambang Djoko S, Kepala Departemen Penjualan Semen Gresik ditengah Customer Gathering di Hotel Singhasari Batu, Rabu (22/4/2015) malam.
Penjualan Semen Gresik di wilayah Jawa Timur selama Januari hingga Maret 2015 mencapai 1,79 juta ton. Jumlah penjualan tersebut mengalami penurunan sekitar 3,4 persen dibanding penjualan periode sama tahun 2014 yang mencapai 1,86 juta ton.
Selain karena belum banyaknya pembangunan infrastruktur yang dijalankan, juga semakin ketatnya pasar penjualan Semen di Jatim.
Ini setelah masuknya sejumlah produk Semen pesaing yang juga meningkatkan ekspansi penjualannya di Jatim. Diantaranya produk Semen dari pabrikan Semen China yang ada di Kalimantan.
Dimana pada tahun ini produk Semen China tersebut sudah mulai masuk ke Surabaya dan wilayah Jatim pada umumnya. Dimana harga jual Semen yang dihasilkan pabrikan asal China tersebut lebih murah sekitar Rp 8.000 per sak isi 40 Kilogram dibanding harga Semen Gresik.
"Kondisi pasar yang sekarang ini terus coba terus diikuti untuk mempertahankan market share Semen Gresik," tandas Bambang.
Meski demikian, dikatakan Bambang, Semen Gresik yang sudah memiliki pangsa pasar loyal dengan jumlah pemakai yang cukup besar akan terus dipelihara dan ditingkatkan. (achmad amru muiz)