Malang Kota

Dinas PU Belum Akan Perbaiki Jalan Rusak

Warga diminta mengusulkan perbaikan jalan melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat kelurahan. Begitu ribetnya.

Editor: faiq nuraini
surya/samsul hadi
PROTES -Warga di Kampung Kedungkandang Kota Malang memprotes jalan mereka yang rusak. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang belum akan memperbaiki jalan rusak yang diprotes warga Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Jarot Edy Sulistyono, masih memerintahkan tim untuk mengecek kondisi jalan rusak itu.

"Kami ukur dulu berapa panjang jalan yang rusak. Hal ini untuk mengetahui biaya perbaikan jalan tersebut," kata Jarot, Selasa (28/4/2015).

Jika biaya perbaikan jalan rusak di lingkungan itu kurang dari Rp 200 juta, maka jalan segera diperbaiki. Biaya perbaikan akan diambilkan dari anggaran insidentil perawatan jalan. Tetapi, jika biaya perbaikan lebih dari Rp 200 juta, maka anggarannya harus diusulkan di perubahan anggaran keuangan (PAK).

"Kalau biaya lebih dari Rp 200 juta harus lelang dan membuat DED. Tahun ini kami juga mendapatkan bantuan anggaran Rp 75 miliar dari Provinsi Jatim dan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat Rp 15 miliar untuk perbaikan infrastruktur," ujarnya.

Warga diminta  mengusulkan perbaikan jalan melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota. Menurutnya, usulan perbaikan jalan melalui proposal terkadang kurang prioritas.

"Kadang-kadang ketika ada Musrenbang di kelurahan masyarakat tidak mau datang. Padahal hasil Musrenbang ini menjadi acuan kami dalam melaksanakan kegiatan dan menyesuaikan anggaran," kata Jarot.

Warga Buring, Kedungkandang, memblokade jalan di lingkungan setempat menggunakan kayu dan batu dan membeber tulisan Abah Anton Pembohong di jalan kampung yang rusak. 

Berbagai tulisan protes warga terhadap Pemkot Malang di kertas putih juga terlihat dipasang di pohon pisan dan tiang kayu. Tulisan protes itu antara lain, "Abah Anton Pembohong", "Pak RW Gak Becus", dan "Kami Butuh Bukti Bukan Janji". (Samsul Hadi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved