Blitar
Bonari, Kakek 70 Tahun Tewas Terbakar Saat Tidur di Rumah
Bisa dikatakan sekitar 80 persen, tubuhnya terbakar. Yang tidak terbakar, hanya kepalanya.
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Nyawa Bonari (70) tidak bisa diselamatkan saat api membakar rumahnya, Senin (4/5/2015).
Kakek yang tinggal di Dusun Kaliwungu, Desa/Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur itu tewas terpanggang di rumahnya seorang diri pukul 07.00 WIB.
Saat ditemukan, jasadnya sudah terbujur kaku dengan kondisi sekujur tubuhnya hangus, termasuk pakaian yang dikenakan.
Jasadnya terbujur di atas tikar di lantai ruang tengah rumahnya. Sepertinya, korban sedang tertidur saat api membakar tubuhnya sehingga tak sempat menyelamatkan diri.
Korban selama ini hidup sendirian di rumahnya, sejak ditinggal istrinya meninggal dunia lima tahun lalu. Sementara dua anaknya sudah berkeluarga dan tidak tinggal di rumah korbaan.
Kabag Humas Polres Blitar AKP Wisnu Wardana SH menuturkan, kematian korban itu karena kondisi luka bakarnya yang cukup parah.
Bahkan, bisa dikatakan sekitar 80 persen, tubuhnya terbakar. Yang tak terbakar, hanya kepalanya.
"Petugas belum bisa memastikan penyebab kejadian itu, terutama asal api. Di rumah korban, memang sudah ada listrik, namun kata anaknya, korban masih sering menggunakan lampu teplok," kata Wisnu.
Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Wakiran (36), tetangganya, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah korban. Itu diketahui pukul 07.00.
Saat itu Wakiran melihat asap mengepul dari dalam rumah korban. Namun, karena rumah korban masih tertutup dan pintu depannya terkunci dari dalam, sehingga Wakiran memanggil anak korban, Sumari (35), yang rumahnya sekitar 500 meter dari rumah korban.
Setelah Sumari datang, pintu rumah bapaknya didobrak. Begitu pintu depan terbuka, Sumari langsung menjerit histeris karena melihat bapaknya terbakar. Posisinya tergeletak di atas tikar.
Akhirnya, ia bersama warga lainnya berusaha menyelamatkan namun korban sudah meninggal.
Tak hanya korban yang terbakar, isi rumah juga ikut terbakar. Seperti, tumpukan jagung, yang baru dipanen seminggu lalu juga hangus terbakar.
Itu berada di samping jasad korban. Untuk televisi dan radio bisa diselamatkan, sedang dinding rumah korban, yang berasal dari papan kayu, juga sebagian terbakar.
Beberapa warga setempat menuturkan, korban diketahui sebulan ini jarang keluar rumah, apalagi ngobrol dengan tetangganya. Ia lebih suka diam di rumah, dan kadang terlihat murung.
"Korban itu perokok berat. Kalau merokok selama ini melinting sendiri. Bisa jadi, saat merokok itu korban tertidur dan rokoknya menyambar tikar," tutur Sugiono, kasun setempat yang juga tetangga korban.
(Imam Taufik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kakek-di-blitar-terbakar_20150504_130304.jpg)