Malang Raya

Dikeluhkan Orangtua, Biaya Kuliah Kedokteran di Universitas Brawijaya Turun

“Pengurangan ini dikarenakan keluhan tahun lalu oleh sejumlah orangtua yang merasa biaya UKT sebesar Rp 12 juta persemester terlalu memberatkan,”

Dikeluhkan Orangtua, Biaya Kuliah Kedokteran di Universitas Brawijaya Turun
net
Mahasiswa baru Universitas Brawijaya 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Ada kabar gembira bagi mahasiswa baru yang diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) 2015 ini.

Pihak Rektorat UB menurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kategori III yang berlaku di Jurusan Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Gigi.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan UB Prof Dr Shihabudin SH MH, menjelaskan, penurunan UKT kategori III tersebut sekitar Rp 4 juta.

“Pengurangan ini dikarenakan keluhan tahun lalu oleh sejumlah orangtua yang merasa biaya UKT sebesar Rp 12 juta persemester terlalu memberatkan,” jelasnya, Rabu (6/5).

Pemilihan kategori III untuk diturunkan dikarenakan kemampuan orangtua mahasiswa paling banyak ada dalam katergori tersebut.
Penurunan tersebut, untuk jurusan Pendidikan Dokter dari Rp 12 juta (pada 2014), tahun ini menjadi Rp 8.870.000, sementara untuk Pendidikan Dokter Gigi dari Rp 11 juta (pada 2014) menjadi Rp 7.020 juta.

“Namun, saat mahasiswa mencapai tahap profesi (dokter). Mahasiswa yang membayar UKT katergori III harus naik ke UKT kategori IV. Hal ini ditujukan untuk menutupi biaya pendidikan yang belum bisa mengcover biaya profesi,” tuturnya.

Hal yang sama terjadi di Fakultas Teknik dan Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer.

“Penurunan tidak terjadi di semua kategori, untuk kategori VI biayanya tetap, hal ini sebagai bentuk subsidi silang kepada mahasiswa yang membayar UKT rendah,” ungkapnya.

Sedangkan fakultas yang mengalami kenaikan UKT yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Perikanan dan Fakultas Pertanian.Untuk UKT Fakultas Hukum naik Rp 100.000 di kategori I,II dan III.

Untuk Fakultas Perikanan, UKT naik sekitar Rp 450.000 untuk kategori I dan II. Hal ini dikarenakan tahun lalu UKT belum mencakup biaya penggunaan laboratorium.

“Kalau di Fakultas Pertanian hanya di satu jurusan yang naik, dan itu tidak banyak di kategori IV dan V,” tuturnya.

UKT muncul setelah pemerintah memberikan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) untuk menekan biaya kuliah mahasiswa. Dengan UKT, diharapkan masyarakat dapat menempuh pendidikan tinggi dengan biaya terjangkau.

Dikatakan, BOPTN hanya mampu mengkover 10 persen dari total biaya pendidikan. “Tapi kami berusaha menekan biaya agar terjangkau bagi mahasiswa,” jelasnya. (sulvi sofiana)

Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved