Malang Raya

Pulang dari Eropa Pakai Uang Rakyat Rp 809 Juta, Abah Anton Didemo

Dengan fakta ini, mereka pun berkesimpulan bahwa agenda tersebut adalah agenda plesir, alias wisata saja.

Pulang dari Eropa Pakai Uang Rakyat Rp 809 Juta, Abah Anton Didemo
SURYAMALANG.COM/Adrianus Adhi
Aktivis anti korupsi di Malang, Malang Corruption Watch menggelar aksi protes simbolik atas kunjungan sejumlah pejabat Pemkot Malang keluar negeri. Mereka berpendapat kunjungan itu adalah agenda plesir yang juga masuk dalam kategori pemborosan. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Begitu menginjakan kaki di Kota Malang, M Anton yang baru saja melakukan kunjungan dagang ke Eropa Timur dasambut unjuk rasa, Selasa (12/5/2015).

Protes dilakukan oleh Malang Corruption Watch (MCW), karena misi dagang Pemkot Malang ini menghabiskan dana Rp 809 juta.

Masyarakat yang berasal dari MCW ini menggelar demonstrasi simbolik, yakni mereka hanya memajang beberapa poster kecaman lawatan Pemkot Malang keluar negeri, miniatur pesawat serta memasang topeng pejabat Pemkot Malang yang turut dalam agenda tersebut.

Pejabat itu diantaranya Wali Kota Malang, M Anton; Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Ade Herawanto; dan Kepala Dinas Pariwisata, Ida Ayu.

Di sini, mereka tidak berorasi, berjalan kaki, atau berusaha menemui pejabat untuk meminta pertanggung jawaban dari lawatan keluar negeri Wali Kota Malang tersebut.

Juru bicara aksi ini, M Taher Bugis memaparkan aksi tersebut dilakukan karena lawatan Pemkot Malang ke berbagai negara di Eropa Timur, merupakan pemborosan.

Ini disebabkan dana yang dipergunakan untuk lawatan ke Eropa Timur tak sebanding dengan dana pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), sebesar Rp 150 Juta.

Untuk diketahui, lawatan Pemkot Malang ke Eropa Timur menghabiskan dana sekitar Rp 809 juta. Dana ini diambil dari APBD Kota Malang.

Dengan fakta ini, mereka pun berkesimpulan bahwa agenda tersebut adalah agenda plesir, alias wisata saja.

"Informasi yang kami terima anggaran total perjalanan ke Eropa Timur Pemkot Malang ternyata mencapai Rp 2,4 milyar," kata Taher, Selasa (12/5/2015).

Halaman
12
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved