Arema Cronus
Kontraknya Diputus dan Bayaran Dipotong, Ini Reaksi Gelandang Asing Arema
Banyak pemain Singo Edan tidak mau berkomentar tentang pemutusan kontrak dan bayarannya dipotong, yakni hanya terima tunjangan 25 persen.
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Manajemen Arema Cronus mengklaim sudah menuntaskan persoalan kontrak pemain. Pemain dikatakan sudah sepakat dengan keputusan manajemen tim berjuluk Singo Edan.
Cuma, hingga Selasa (19/5/2015), banyak pemain Singo Edan tidak mau berkomentar tentang pemutusan kontrak dan bayarannya dipotong, yakni hanya terima tunjangan 25 persen.
Saat ditemui usai latihan di Stadion Gajayana, para pemain memilih diam dan menghindar. Mereka segera berhambur menuju mobil dan bus tim di luar stadion.
Salah satu pemain yang bersedia member keterangan singkat hanyalah Sengbah Kennedy. Pemain asal Liberia itu mengatakan, dirinya mengikuti kesepakatan yang dibuat pemain dan menajemen pada Sabtu (16/5/2015).
“Bagi saya pembayaran 25 persen, ya harus saya terima karena tidak ada pilihan lagi, it’s ok,” ujar pemain yang baru pertama kali ikut latihan, Selasa (19/5/2015) pascapenghentian liga itu.
Kennedy yang biasa bermain sebagai gelandang menyebut, dirinya tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi sepak bola Indonesia yang tidak menentu. Ia juga tidak punya pilihan untuk meninggalkan Indonesia guna mengikuti liga di negara lain.
“Kalau mau ke luar negeri sudah tidak bisa, masa kontrak pemain di luar negeri semua sudah tertutup,” tambahnya.
(Dyan Rekohadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/sengebah-arema.jpg)