Jumat, 10 April 2026

Bojonegoro

Dirazia Polisi, Purel Tergesa-gesa Benahi Pakaian untuk Tutup Dada dan Paha

Razia itu sempat membuat panik wanita penghibur dan pengunjungnya ketika polisi melakukan di beberapa rumah karaoke.

Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Iksan Fauzi
Wanita penghibur salah satu rumah karaoke di Bojonegoro yang dirazia polisi, Rabu (27/5/2015) dini hari. 

SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO - Jelang bulan Ramadan, Polsek Bojonegoro menggelar razia beredarnya minum keras (miras) di lima titik pada Selasa (26/5) sejak pukul 22.00 hingga dini hari.

Lima titik itu di antaranya di pasar Bojonegoro, pasar Banjarejo, pasar Sapi, warung-warung dekat, dan tempat hiburan malam di kawasan rel bengkong jalan Pondok Pinang.

Razia itu sempat membuat panik wanita penghibur dan pengunjungnya ketika polisi melakukan di beberapa rumah karaoke di kawasan rel bengkong. Rel bengkong selama ini dikenal sebagai kawasan prostitusi di Bojonegoro.

Ketika masuk ke sebuah ruang karaoke, pengunjung semburat, para purel tergesa-gesa menutupi bagian dada dan pahanya. Seorang pengunjung ada yang lari ke atap, dia pura-pura menelpon seseorang, polisi yang mengetahui itu langsung mengejar.

Razia di beberapa tempat hiburan malam itu, selain menyita miras, polisi juga memeriksa kartu identitas pengunjung dan wanita penghibur. Ada satu pengunjung laki-laki yang ketahuan tidak memiliki kartu identitas, dia langsung diperiksa di tempat.

“Kegiatan ini (razia) dalam rangka cipta kondisi menyambut bulan suci ramadan. Ini permulaaan, setiap hari, kami akan melakukan razia seperti ini,” terang Kompol Saibani, Kapolsek Bojonegoro di sela razia.

Sebelum merazia di kawasan hiburan malam, polisi memeriksa semua minuman yang ada di warung dekat Stadion Letjen Haji Sudirman.

Mengetahui polisi sibuk memeriksa minuman di beberapa warung, pemilik warung lainnya langsung menyembunyikan miras ke ladang dekat stadion.

Polisi yang mencium gelagat kurang baik para pemilik warung tersebut langsung mengejar mereka. Ternyata, para pemilik warung menyembunyikan arak oplosan. Polisi kemudian menyitanya.

Polisi juga menyita arak oplosan diacara pesta arak oleh pengunjung warung sana juga ada pesta miras. Meski tanpa bicara saat memeriksa minuman di warung dan menyita arak di acara pesta arak itu, tidak ada perlawanan dari para pemilik warung dan peminum.

“Di sana kami menyita 12 botol arak oplosan. Total ada 354 liter arak oplosan yang disita, mulai dari razia siang hari (Selasa, 26/5) hingga dinihari,” katanya.

(Iksan Fauzi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved