Breaking News
Selasa, 14 April 2026

Jilbab Warga AS ini Taklukkan Perusahaan Fashion Dunia di Pengadilan

Kisah tentang Samantha Elauf pada hari ini menjadi tonggak kemenangan umat muslim yang sering mendapat perlakuan diskriminatif di Amerika..

Editor: Aji Bramastra
mirror.co.uk
Samantha Elauf. 

SURYAMALANG.COM, AMERIKA SERIKAT - Berita tentang bagaimana seorang muslim mendapat perlakuan diskriminatif dan pelecehan memang sering terdengar Amerika Serikat.

Tapi, setidaknya, hukum di sana masih membuktikan untuk melindungi semua golongan.

Bukti itu didapat oleh Samantha Elauf (17), seorang gadis muda muslim berhijab.

Ia menggugat perusahaan fashion kelas dunia, Abercrombie and Fitch, karena menolaknya ia bekerja menggunakan hijab. Tak disangka, pengadilan di AS memenangkan gugatannya.

Sebagaimana dilansir The Mirror, cerita berawal ketika Samantha, dipecat dari gerai Abercrombie di Tulsa, karena memakai hijab.

Alasannya, gaya berpakaian Samantha dianggap tidak mencerminkan gaya masyarakat di sana.

Samantha pun menggugat, dengan dalih, perusahaan itu tidak memberinya kekebebasan beragama, sebagaimana konsensus Hak Asasi Manusia 1964.

Dan, hasilnya, Samantha menang telak 8-1 dalam voting yang dilakukan juri pengadilan.

Selama di pengadilan, Samantha mendapat dukungan penuh dari umt yahudi dan kristen.

Kemenangan Samantha pun diaggap menjadi tonggak penting, mengingat banyaknya laporan bahwa kaum muslim di AS sering tidak mendapat kebebasan beragama, ketika di lingkungan pekerjaan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved