Pasuruan

Cabuli Santrinya Selama 8 Tahun, Kiai di Pasuruan Dihukum 13 Tahun Penjara

"Kalau tidak mau (ngesek), kamu santri laknat!" begitu kalimat ancaman yang diutarakan Gus Wahid kepada korban pelecehan seksual.

Cabuli Santrinya Selama 8 Tahun, Kiai di Pasuruan Dihukum 13 Tahun Penjara
SURYAMALANG.COM/Irwan Syairwan
KH Abdul Wahid, kiai yang melakukan pencabulan terhadap santriwati dikawal ketat polisi di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (4/6/2015). 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - KH Abdul Wahid, kiai yang melakukan pencabulan terhadap santriwati akhirnya dinyatakan bersalah pada sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (4/6/2015).

Majelis Hakim menyatakan, terdakwa yang bisa dipanggil Gus Wahid terbukti menyetubuhi empat santriwati di ponpes miliknya berulang kali.

( Baca Juga : Gus Wahid, Kiai yang Cabuli Santrinya, Berontak Dituntut 15 Tahun Penjara ; Ya Allah, Santriwati di Pasuruan Dipaksa Pijit Alat Kelamin Kiainya )

Ketua Majelis PN Bangil I Gede Karang dalam persidangan ini menuturkan, terdakwa juga mengancam terhadap korban-korbannya supaya mau melayani keinginannya.

"Kalau tidak mau (ngeseks), kamu santri laknat!" begitu kalimat ancaman yang diutarakan Gus Wahid kepada korban pelecehan seksual ketika dipaparkan Majelis Hakim PN Bangil.

( Baca Juga : Jaksa : Kiai Pezina Santri Layak Mendapat Hukuman Terberat )

Para santriwati lugu yang mendapatkan ancaman itu tak bisa menolak, lantaran kiai cabul tersebut merupakan tokoh agama dan masyarakat yang disegani.

Dengan berat hati, terpaksa empat orang santriwati tersebut melayani nafsu bejat sang kiai. Perbuatan cabul kepada santri-santrinya itu terjadi sejak 2007 atau berlangsung delapan tahun.

"Berdasarkan bukti-bukti yang dipaparkan selama persidangan, kami nyatakan terdakwa bersalah dan diganjar hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta, subsider masa penahanan," demikian putusan I Gede Karang, Ketua Majelis PN Bangil yang kemudian mengetuk palu putusan.

(Irwan Syairwan)

Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved