Kediri
Jadi Korban PHK dan Belum Dibayar Pesangon, Buruh Perusahaan Ekspor Demo
Hak karyawan yang belum dipenuhi perusahaan yang berlokasi di Desa Wates, Kabupaten Kediri di antaranya, kekurangan upah, hak cuti hamil.
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Puluhan karyawan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak PT Koreana Seed Indonesia (KSI) unjuk rasa ke Kantor Pemkab Kediri, Jawa Timur. Massa berdemo karena negosiasi pembayaran pesangon masih belum mendapatkan titik temu, Selasa (9/6/2015).
Massa mendatangi kantor Pemkab Kediri naik sepeda motor. Selain itu juga membentangkan sejumlah poster dan spanduk berisi kecaman kepada pengusaha yang tidak membayar upah karyawannya.
Di antara poster itu bertuliskan, "Tindak Tegas Pengusaha yang Melanggar Undang-undang", "Berikan Hak-hak Pekerja PT Koreana Seed Indonesia" dan "Beri Upah Layak Kepada Pekerja".
Massa sempat melakukan orasi mengkritik pengusaha yang mangkir memperlakukan karyawan dengan semena-sema. Padahal PT KSI merupakan perusahaan asing yang bergerak di bidang pembenihan kualitas ekspor.
Beberapa hak karyawan yang belum dipenuhi perusahaan yang berlokasi di Desa Wates, Kabupaten Kediri di antaranya, kekurangan upah, hak cuti hamil dan melahirkan dan belum dipekerjakan kembali sampai saat ini.
"Dengan alasan efisiensi dan penurunan order perusahaan justru melakukan PHK karyawannya," tandas Mujiatun.
Ada sekitar 135 karyawan yang menjadi korban PHK merupakan anggota serikat pekerja. Ironisnya serikat pekerja yang dibentuk sesuai dengan Undang-undang dan telah disahkan Kantor Disnakertrans Kabupaten Kediri tak diakui.
"Tindakan manajemen PT KSI ini merupakan bentuk pembungkaman demokrasi dan pemberangusan serikat pekerja," tandas Daniel Arisandi, pegiat LSM yang aktif mendampingi pekerja korban PHK.
Aksi demo berakhir setelah perwakilan pekerja ditemui pejabat Kantor Disnakertrans Kabupaten Kediri. Dalam pertemuan itu disampaikan jika perwakilan pekerja korban PHK dengan PT KSI masih belum menemukan kesepakatan besaran pembayaran pesangon.
Ini aksi yang ke-11 kalinya karyawan PT KSI yang menjadi korban PHK demo ke Kantor Pemkab Kediri.
(Didik Mashudi)