Rabu, 15 April 2026

Malang Raya

TKW yang Dibunuh di Hongkong Tak Pernah Pulang ke Malang Sejak 2005

sejak berangkat sampai saat ini, Wijitidak pernah pulang. "Jadi sudah 10 tahun gak pulang,"

Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Supardi, ayah Wiji Astutik, memegangi foto anaknya yang dikirim dari Hongkong. Wiji ditemukan tewas terbunuh di Hongkong, Senin (8/6/2015). 

SURYAMALANG.COM, BANTUR - Wiji Astutik (34), warga Dusun Krajan RT 4/RW 01 Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang tewas dibunuh di Hongkong, ternyata tidak pernah pulang sejak jadi Tenaga Kerga wanita (TKW).

"Wiji ke Hongkong sejak Maret 2005," jelas Supardi, ayah Wiji yang yang ditemui SURYAMALANG.COM di rumahnya, Rabu (10/6/2017).

Rumah Wiji terlihat sepi dan tidak ada aktivitas luar biasa. Di rumah yang terletak di pinggir Sungai Lesti itu ada anak Wiji, Rahayu Putri (11), ayahnya Supardi (77) dan kakaknya Sulistyo (51).

Wiji diberangkatkan resmi sebagai TKW ke Hongkong lewat PPTKIS PT Tritama Bina Karya Jl Ki Ageng Gribik Kota Malang.

Namun sejak berangkat sampai saat ini, Wiji tidak pernah pulang.

"Jadi sudah 10 tahun gak pulang," terang Supardi, yang sehari-hari buruh tani.

Wiji ditemukan tewas dibunuh di depan emper toko di Hongkong. Jenazahnya digulung kasur dan ditemukan pertama kali oleh pemilik toko di Hongkong.

(Sylvianita Widyawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved