Blitar
Lihat Ini! Soekarno Dilukis 114 Bentuk Oleh Seorang Pegawai Honorer
Lukisan sebanyak 114 buah itu akan rampung pada 8 Agustus 2015. Itu dibutuhkan waktu lama karena satu lukisan dibutuhkan waktu 2 sampai 3 hari.
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Demi cintanya pada Ir Soekarno, Soni Yuliono (42), pelukis asal Lingkungan Gebang Kidul, Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ini kembali melukis sosok presiden RI pertama itu.
Kali ini, tak seperti lukisan sebelumnya, yang hanya satu buah, dengan ukuran lebar hanya 10 meter dengan panjang 20 meter
Sekarang lebih hebat lagi. Ia akan melukis Bung Karno, dengan jumlah sebanyak 114 buah lukisan. Itu hanya dilukis pada satu kanvas.
Karena jumlahnya sebanyak itu, maka dibutuhkan kanvas berukuran besar. Namun demikian, ukuran kanvasnya juga tak ngawur, melainkan tetap mengambil ukuran serba angka 114. Yakni, dengan lebar 114 cm, dan panjang 114 meter. Termasuk, jumlah cat-nya juga demikian, yakni sebanyak 114 kaleng, dengan berat masing-masing 1 kg.
"Mengapa, kami memakai angka serba 114. Itu ada artinya. Yakni, Pak Karno dilahirkan pada 6 Juni 1901. Kalau dihitung sampai sekarang (tahun 2015), maka usia-nya 114 tahun. Termasuk, peralatan yang kami siapkan pun, jumlahnya serba 114, seperti kuas," kata Soni, ditemui saat melukis, Jumat (19/6/2015).
Untuk melukisnya, Soni sengaja menggunakan salah satu tempat di Istana Gebang. Itu tak lain rumah semasa kecil Bung Karno, di jalan Gebang, Kota Blitar.
Dijelaskannya, karena jumlah lukisan yang dibuatnya sebanyak 114 buah, maka dibutuhkan kosentrasi khusus. Sebab, itu tak sekadar melukis namun lukisannya nanti harus bisa menceritakan perjalanan hidup Bung Karno. Mulai semasa sekolah di HIS Surabaya (setara SMP sekarang), sampai jadi presiden, dan wafatnya.
"Artinya, tanpa dijelaskan dan hanya melihat lukisannya, orang akan bisa membaca dan mengerti maksudnya. Sebab, perjalanan hidup dia, kami ceritakan dalam bentuk gambar berbicara. Tentunya, kami akan nggak merubah bentuk dan karakternya, melainkan tetap akan kami sesuaikan dengan zamannya secara runtut," ungkapnya.
Agar bisa sesuai dengan karakternya, Soni mengaku, tak mudah membuatnya atau sekadar langsung melukisnya. Katanya, dirinya harus membaca banyak buku tentang sosok bapak proklamator itu. Tujuannya, agar saat dirinya menuangkan dalam kanvas, emosi dan penjiwaannya bisa muncul.
Untuk membuat lukisan sebanyak itu, menurut Soni, memang dibutuhkan waktu lama. Itu sudah dimulai sejak tanggal 6 Juni 2015 lalu. Sampai Jumat (19/6/2015) siang, Soni baru menyelesaikan empat buah. Yakni, lukisan Soekarno mulai sekolah dan sampai tamat di HIS, Surabaya.
"Kami melukis selain demi kecintaan saya pada sosok Bung Karno, juga sekalian memperingati hari lahirnya atau bulan Bung Karno," paparnya.
Rencananya, lukisan sebanyak 114 buah itu akan rampung pada 8 Agustus 2015 mendatang. Itu dibutuhkan waktu lama karena satu lukisan dibutuhkan waktu antara 2 sampai 3 hari. Selain di sela-sela waktu luangnya, sebagai pegawai honorer bagian kebersihan jalan di Pemkot Blitar, juga menunggu mood.
Rencananya, lukisan itu akan diserahkan pada Pemkot Blitar bersamaan upacara 17 Agustus.
"Katanya, Pemkot akan mendatangkan MURI pada saat penyerahan lukisan ini. Lukisan kami ini akan masuk MURI sebagai kategori lukisan terpanjang. Kalau lukisan saya tahun kemarin, ya juga melukis Pak Karno hanya berukuran lebar 10 meter dengan panjang 22 meter " pungkasnya.
(Imam Taufiq)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/lukisan-soekarno_20150619_194332.jpg)