Selasa, 21 April 2026

Malang Raya

Ah, Barang Hilang di UKM Universitas Brawijaya, itu Sudah Biasa

Dalam dua tahun sudah ada 9 laptop dan beberapa tenda baru dan proyektor yang hilang dalam sekretariatnya.

Penulis: sulvi sofiana | Editor: fatkhulalami
Tribunnews.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN  - Dua gedung yang berdekatan dengan rusunawa mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) merupakan tempat jujukan mahasiswa untuk melakukan kegiatan keorganisasian dan pengembangan minat bakat.

Berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) berjajar di dua gedung itu. Gedung pertama memiliki dua lantai sedangkan gedung kedua empat lantai. Namun, sangat disayangkan dua tempat ini menjadi rawan digunakan tempat penyimpanan.

Hal ini diungkapkan anggota UKM Pramuka yang sekretariatnya di lantai empat, Oktavianus Adrianto (21) saat ditemui SURYAMALANG.COM, (30/6/2015).

"Sudah biasa banyak barang hilang setiap akhir semester, awal semester, apalagi liburan. Soalnya selain mulai sepi juga karena banyak yang pulang kampung dan sudah mulai ada tuntutan bayar kuliah," jelas mahasiswa semester 6 jurusan Fisika UB ini.

Dalam dua tahun sudah ada 9 laptop dan beberapa tenda baru dan proyektor yang hilang dalam sekretariatnya. Bukannya tanpa pengamanan, mereka mengaku hanya meninggalkannya dalam waktu yang singkat dan pintu terkunci.

Dua bulan lalu, laptop dan handphone kembali raib di dalam sekretariatnya. Saat itu kondisi ruangan sedang kosong dan ditinggalkan pemilik laptop untuk mencari makan.

Kehilangan barang serupa juga terjadi di UKM Bridge yang berada satu lantai dengan UKM Pramuka. Kejadian kehilangan itu diketahui setelah seluruh mahasiswa ini kembali dari teraweh bersama.

"Kami datang pintunya sudah rusak juga, dan langsung dilaporkan mako satpam," paparnya.

Menurutnya sejak tahun 2013, UKM dibantu eksekutif mahasiswa untuk meminta CCTV dan pembenahan pintu dengan bahan yang lebih aman.

"Kalau ada cctv di pintu keluar dan masuk gedung akan lebih efektif. Jika di kroscek orang-orang yang tampak mencurigakan," ungkapnya.

Saat ditanya mengenai pelaporan ke pihak kepolisian, mahasiswa yang juga anggota advokasi EM UB ini mengaku sudah pasrah dengan kehilangan barang.

"Kami melapor ke pihak kampus saja sudah tidak ada tanggapan, apalagi ke polisi," jelasnya.

Restu Pambudi, Dirjen Pemuda dan Olahraga Eksekutif Mahasiswa UB saat ditemui SURYAMALANG.COM sedang melakukan pendataan untuk barang-barang yang hilang tahun ini di setiap UKM, mulai dari barang pribadi sampai inventaris.

"Rata-rata yang hilang HP dan laptop. Hilangnya saat ditinggal latihan, ataupun ditinggal kegiatan UKM lain, dan memang kebanyakan dijebol bagian bawah pintunya," paparnya.

Kepala satpam, Prijo Firmanto mengaku, selama ini selalu menindaklanjuti segala bentuk pelaporan kehilangan. Selain dengan visitasi langsung juga dilakukan pengisian berita acara juga dilakukan tindak lanjut penyerahan berkas ke pimpinan lembaga ataupun kepolisian.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved