Madiun
Jauh Hari Kopda Dani Sudah Berpesan Ingin Dimakamkan di Madiun
Kopda Dani meninggalkan seorang istri dan seorang anak berumur 3 tahun. Dia selesai pendidikan Tahun 2003 dan langsung ditugaskan di Pekanbaru Riau.
Penulis: Sudarmawan | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, MADIUN - Dua anggota Batalyon 463 Paskhas Lanud Iswahyudi menjadi korban kecelakaan jatuhnya pesawat Hercules. Mereka adalah Kopda Dani Setiyo Wahyudi dan Serda Samsir Wanto.
Hal ini disampaikan Komandan Bataliyon 463 Paskhas Lanud Iswahyudi, Letkol Pas Deni Ramdani, Selasa (30/5/2015) malam.
"Dari hasil komunikasi dengan Komandan Bataliyon 462 Pekanbaru, anggota yang meninggal dari sini baru 2 orang yakni dari Madiun dan Ngawi. Kami akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi untuk kepastiannya," tegasnya.
Kopda Dani meninggalkan seorang istri dan seorang anak berumur 3 tahun. Dia selesai pendidikan Tahun 2003 dan langsung ditugaskan di Pekanbaru Riau.
Semasa hidupnya, Kopda Dani pernah ditugaskan menjaga kemanan saat Tsunami Aceh Tahun 2004 lalu.
Informasi dari keluarga, sebenarnya Dani berencana pulang kampung ke Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun Oktober 2015 mendatang. Terakhir dia pulang pada tahun 2013.
"Rencananya ya Oktober besok itu pulang, tapi kenyataan dan takdir berbicara lainnya. Kami mengikhlaskan semua ini," terang Heri Setyanto, kakak korban kepada Surya, Selasa (30/06/2015).
Rencananya, Dani akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Ini lantaran keinginan dimakamkan di Madiun sudah disampaikan ke Komanda Paskhas korban.
"Memang adik ingin dimakamkan di Madiun atau tanah kelahirannya," imbuhnya.
Sementara korban lainnya Serda Samsir Wanto (35) adalah warga RT 09, RW 02, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. (Sudarmawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kopda-dani_20150701_085758.jpg)