Malang Raya

Loh, Ratusan Indrustri Rumahan di Batu Belum Miliki Sertifikat BPOM

Dari ratusan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) yang ada di Kota Batu, baru tiga yang mendapatkan sertifikat atau Piagam Bintang 1 Keamanan Pangan

Loh, Ratusan Indrustri Rumahan di Batu Belum Miliki Sertifikat BPOM
SURYAMALANG.COM/achmad amru muiz
Industri rumah tangga pangan di kota Batu mendapat perhatian BPOM Jatim untuk bisa disertifikasi, Kamis (2/7/2015) 

SURYAMALANG.COM, BATU - Dari ratusan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) yang ada di Kota Batu, baru ada tiga yang mendapatkan sertifikat atau Piagam Bintang 1 Keamanan Pangan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Timur.

Masing-masing untuk industri kripik buah, pengolahan sari apel dan bumbu masakan.

Kepala Seksi Sertifikasi BPOM Jatim, Lindarwati menjelaskan, setiap IRTP harusnya memiliki piagam bintang 1 keamanan pangan dari BPOM. Piagam itu sebagai bentuk jaminan kalau produk makanan dan minuman yang diolah rumah sehat dan aman dikonsumsi.

"Tapi sayangnya masih sedikit IRTP yang mengurus dan sudah mendapatkan piagam bintang 1 keamanan pangan. Dan itu lebih dikarenakan belum semua pemerintah daerah mengusulkan IRTP kepada BPOM," kata Lindarwati saat berkunjung ke industri penggorengan kripik tempe di Dusun Dresel Desa Oro Oro Ombo Kota Batu, Kamis (2/7).

Menurut Lindarwati, kendalan pada penyediaan anggaran untuk pembinaan IRTP menjadi penyebab belum banyaknya sertifikat yang diberikan.

Ini dikarenakan setiap daerah biasanya hanya mengusulkan 3-4 IRTP pada BPOM untuk dilakukan pembinaan. Lagi pula, kalau pemilik usaha bisa menerapkan semua ketentuan tentang jaminan kesehatan produk makan dan minumannya maka baru akan diterbitkan sertifikat untuk ITRP.

"Kendala seperti itu yang umum terjadi hampir di semua daerah di Jatim," ucap Lindarwati.

Meski baru sedikit ITRP yang memiliki sertifikat BPOM, menurut Lindarwati, bukan berarti produk makan dan minuman dari industri kecil lain di Jatim tidak aman untuk dikonsumsi.

Karena Dinkes bersama Dinas Perindustrian dan Perdangan disetiap daerah pasti terus melakukan pembinaan tentang cara memproduksi makanan dan minuman yang sehat.

"Dengan begitu mamin yang dihasilkan ITRP sudah dinilai aman untuk di konsumsi walau belum bersertifikat BPOM," ujar Lindarwati.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved