Malang Raya

Mantan Buruh Indonesian Tobacco Sujud di PN Malang

Puluhan mantan buruh Indonesian Tobacco melakukan sujud syukur di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Kamis (2/7/2015)

Mantan Buruh Indonesian Tobacco Sujud di PN Malang
SURYAMALANG.COM/Adrianus Adhi
Mantan buruh PT Indonesian Tobbaco melakukan sujud syukur usai mengikuti sidang di PN MAlang, Kamis (2/7/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Puluhan mantan buruh Indonesian Tobacco melakukan sujud syukur di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Kamis (2/7/2015) siang.

Ini dilakukan, lantaran majelis hakim mengabulkan keinginan mereka dalam putusan sidang sela kala itu.

Hasil keputusan sidang dengan nomor perkara 24/pdt.G/2015/PN.MLG adalah, majelis hakim mengabulkan eksepsi hukum tergugat atau mantan buruh PT Indonesian Tobacco, dan menolak gugatan Indonesian Tobbaco.

Gugatan PT Indonesian Tobbaco ketika itu adalah meminta Pengadilan Negeri Kota Malang untuk menggelar sidang perkara Hubungan Industrial antara PT Indonesian Tobacco dan mantan buruhnya.

Begitu keputusan ini dibacakan oleh Hakim Ketua Lukas Prakoso, seluruh buruh yang mengikuti persidangan langsung sujud syukur. Mereka juga bersorak karena keinginan para mantan buruh terpenuhi. Luapan kegembiraan ini masih berlangsung hingga di depan Gedung PN Surabaya.

“Kami sependapat dengan majelis hakim karena perkara ini cukup diperiksa dan diputus oleh pengadilan hubungan industrial (PHI) di Pengadilan Negeri Surabaya,” kata Ahmad Al Machi, kuasa hukum dari mantan buruh PT Indonesian Tobacco pada Surya, Kamis siang.

Berbeda dengan Kuasa Hukum PT Indonesian Tobacco, Erdiyanto Wahyudi yang kecewa dengan keputusan tersebut.

“Langkah kami tentu mengajukan banding karena keputusan hakim seharusnya tak seperti itu,” katanya.

Erdiyanto menjelaskan gugatan PT Indonesian Tobacco di PN Malang berdasarkan pasal 86 Undang Undang nomor 2 tahun 2004, tentang Perselisihan Hubungan Kerja.

Perlu diketahui, latar belakang kasus ini berawal dari pemecatan 77 karyawan PT Indonesian Tobbaco karena melakukan aksi mogok kerja. PT Indonesian Tobbaco lalu menggugat para karyawan ke PN Kota Malang karena dianggap telah merugikan perusahaan karena mogok kerja.

Kasus pemberhentian pekerja ini juga sampai ke pengadilan Hubungan Industri, lalu menghasilkan kemenangan bagi mereka. Hasil sidang itu adalah memenangkan gugatan mantan pekerja sebesar Rp 2,7 miliar.

Meski demikian, perusahaan tersebut belum memberikan gugatan mereka. Perusahaan ini justru menguggat balik dengan alasan mogok kerja yang dilakukan pegawai sepuluh bulan lalu karena melanggar hukum, dan merugikan perusahaan.

Perusahaan mengguat para buruh agar mengganti uang kerguian perusahaan sebesar Rp 2,3 miliar. Rinciannya kerugian materiil sebesar Rp 1,3 miliar dan kerugian immateriil Rp 1 miliar. Kendati demikian, gugatan ini ditolak oleh hakim PN Malang.

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved