Malang Raya

Siswa Berprestasi di Malang Dijamin Dapat Sekolah Negeri

Rekomendasi diberikan bagi prestasi yang dapat dibuktikan untuk memenuhi syarat sesuai ketentuan yang diberlakukan di tahap awal.

Siswa Berprestasi di Malang Dijamin Dapat Sekolah Negeri
SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
Orangtua siswa memamerkan piala, medali dan piagam yang didapatkan anaknya dari berbagai kejuaraan sepatu roda di Aula Dindik Kota Malang, Kamis (2/7/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN  – Sekitar 34 orang tua siswa mendatangi Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang sejak pukul 13.00. Mereka menuju Aula Dindik untuk memenuhi undangan jika masih ada yang dipertanyakan perihal anaknya yang tidak lolos Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi.

Pertemuan yang direncanakan Dindik ini dilakukan dengan interaksi langsung dengan kepala Dindik, Zubaidah sehingga semua siswa berprestasi bisa mendapatkan sekolah.

Ayah dari Sandy Lovli Madina, alumnus SD Lab Malang dan atlet dari klub Malang Inline Skate (MILS) yang sudah menjuarai berbagai kompetisi tingkat kota, provinsi maupun nasional.

Untuk menunjukkan prestasi anaknya, dirinya memamerkan piagam, medali, piala dan berbagai artikel kejuaraan yang diperoleh Sandy di depan meja yang akan ditempati Kadindik dalam acara itu.

“Saya ingin tahu bagainama kualifikasi berprestasi Dinas Pendidikan di Kota Malang ini, Sudah keliling Indonesia dan juara satu kok sampai tidak diterima, piala sudah dari berbagai kota dan kabupaten. Bahkan Agustus 2015 ada event di Solo untuk piala presiden. Tetapi kenapa kok tidak bisa lolos jalur prestasi. Ditolak begitu saja, tanpa ada pertimbangan riwayat,” paparnya saat ditemui Surya (2/7/2015).

Ia menyayangkan sistem perumusan syarat PPDB jalur prestasi yang tidak melibatkan lembaga yang menaungi atlet

Menurutnya, beberapa tahun sebelumnya tidak pernah ada masalah dengan berbagai cabang olahraga prestasi.

“Kalau di sini sistemnya baru, saat ini seolah tidak mencakup semua atlet. Sepertinya Dinas Pendidikan ini keras kepala tidak mau mendengar pendapat orang lain. Keras kepala bisa saja, tetapi harus ada solusi. Jangan hanya O2SN saja yang diangkat lainnya dicampakkan,” ungkapnya.

Menurutnya, jika dengan sistem saat ini cabang olah raga sepatu rod atidak bisa digunakan untuk jalur berprestasi, maka akan menjadi pertimbangan club MILS yang sudah menaungi 50 atlet sepatu roda. Untuk itu kejelasan ini sangat diharapkannya bersama wali atlet yang lain.

“Kalau perlu jalur prestasi dihilangkan karena tidak adil dan tidak transparan,” paparnya.

Halaman
12
Penulis: sulvi sofiana
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved