Malang Raya

Hindari Lawang-Singosari Saat Lebaran, Ini Jalan Alternatifnya

Volume arus lalu lintas di ruas jalan Singosari-Lawang bakal meningkat 10 persen saat mudik dan balik Lebaran 2015.

Hindari Lawang-Singosari Saat Lebaran, Ini Jalan Alternatifnya
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Ilustrasi: Kepadatan arus lalu lintas di Jalan MT Haryono Kota Malang, Minggu (8/2/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dishubkominfo Kabupaten Malang memprediksi kenaikkan volume arus lalu lintas di ruas jalan Singosari-Lawang bakal meningkat 10 persen saat mudik dan balik Lebaran 2015.

Kenaikkan diprediksikan mulai H-7 sampai H+7 Lebaran. Jenis kendaraan yang melintas, adalah roda dua dan empat.

"Diprediksi masih didominasi kendaraan roda dua," jelas Khoirul Anwar, Kabid Angkutan dan Jalan Dishubkominfo Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (3/7/2015).

Berdasarkan data pada 2014, jumlah roda dua yang mudik sebanyak 656.111 unit. Sedang saat balik menjadi 799.480 unit.

Kemudian jumlah kendaraan roda empat (penumpang-barang) saat mudik 306.606 unit dan saat balik 486.406 unit.

Pada 2015 diprediksi meningkat 10 persen, yaitu roda dua saat mudik ada 721.722 unit dan saat balik ada 879.428 unit.

Sementara roda empat saat mudik diperkirakan mencapai 337.326 unit. Banyaknya pemudik yang mengendarai motor diperkirakan karena murah meriah.

Namun Khoirul mengingatkan agar berhati-hati dan tidak membawa muatan berlebihan yang malah membahayakan.

Menurutnya, ketentuan bersepeda motor hanya mengangkut dua orang termasuk anak-anak.

"Agar dalam menempatankan barang tidak melebihi lebar kemudri untuk menjaga keseimbangan," tambah Khoirul.

Selain ia roda dua agar menggunakan jalur lambar atau kiri dan dianjurkan berangkat berkelompok dan menjaga jarak.

"Jika kelelahan, sebaiknya istirahat agar tidak terjadi sesuatu di jalan," ungkapnya.

Maksimal kecepatan adalah 80 km/jam. Menurut Khoirul, ruas jalan Lawang-Singosari merupakan kawasan rawan macet.

Namun ada jalan-jalan alternatif yang bisa dimanfaatkan pengguna jalan. Meliputi Sumberwaras-Sumberwuni-Bedali, Patal-Pasar Lawang, Rogonoto-PJR, Tumapel-Kertanegara.

Sedang ruas Malang-Kepanjen ada jalan alternatif Ngadilangkung-Jalibar-Talangagung-Bagong-Dilem-Sukun, Pakisaji (puskesmas/Kendalpayak)-Karangduren-Ketapang-Kepanjen. Sementara kawasan rawan macet di ruas Malang-Batu diperkirakan di Jl Raya Sengkaling, Dau.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved