Malang Raya

Ini Alasan Politisi Gerindra Tidak Berani Calonkan Bupati Malang

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Malang Zia Ulhaq mengikuti fit and proper test di DPP Partai Gerindra sebagai bakal calon Bupati Malang.

Ini Alasan Politisi Gerindra Tidak Berani Calonkan Bupati Malang
Tribunnews.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Malang Zia Ulhaq mengikuti fit and proper test di DPP Partai Gerindra sebagai bakal calon Bupati Malang, Sabtu (4/7/2015).

Zia Ulhaq mengatakan, sejumlah pertanyaan diajukan dalam kegiatan itu termasuk mengapa ia memilih mendaftar menjadi calon wakil bupati.

"Saya lebih realistis saja pada kondisi lapangan sebagai wakil bupati," ungkap anggota dewan dari Partai Gerindra ini kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (5/7/2015).

Sebab dengan kuatnya incumbent, peluang Gerindra masih di calon wakil bupati.

"Bisa mengalahkan setelah lima tahun lagi jika incumbent tidak menjabat," katanya.

Ia juga membawa bahan hasil survei terakhir dari Lapora Fisip Universitas Brawijaya Malang, dimana popularitas incumbent masih tinggi.

Katanya, dengan bekal tujuh kursi di dewan, masih peluang mengusung partai sendiri dengan berkoalisi dengan Partai Demokrat dan Partai Hanura yang belum menentukan sikap. Namun nanti lawannya adalah incumbent, Rendra Kresna. Rendra juga mengikuti kegiatan fit and proper test di DPP karena masuk sebagai usulan DPD Gerindra Jatim.

Namun soal siapa yang bakal diberi rekom Gerindra, ia menyerahkan ke DPP. Katanya, soal informasi Gerindra akan memberikan rekomendasi ke Rendra Kresna, masih belum jelas.

"Kalau diberikan ke Pak Rendra, mengapa kita harus dipanggil ke Jakarta mengikuti fit and proper test. Artinya, semua masih berpeluang mendapatkan rekom meski nanti merupakan keputusan DPP," kata Zia.

Dijelaskan, modal majunya dia ke pilbup Malang dalam fit and proper test itu katanya modal kapitalnya malah nomer tiga.

"Nomer satu dan dua saya adalah kapasitas dan jaringan. Modal kapital saya nomer tiga," ungkap mantan aktivis MCW (Malang Corupption Watch) ini.

Sementara itu, Gus Hamim, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Malang menyatakan, di pondok pesantrennya di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi pada 8 Juli 2015 menjadi tempat launching pasangan PKB.

"Surat rekom untuk calon wakil Bupati Malang sudah di DPW," kata Gus Hamim.

Tapi ia tak mau menyebut nama siapa yang direkom. Meski sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, penerima rekom itu adalah Sanusi, mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang dan mantan ketua DPC PKB.

Rendra Kresna sudah mendapat rekom dari PKB sebagai calon Bupati Malang. Gandengannya dari PKB diumumkan tanggal 8 Juli 2015.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved