Malang Raya

Ini Harapan MCW Terhadap Panitia Seleksi KPK

"Kami mengharap Panitia sebagai filter awal untuk melahirkan calon pemimpin yang baik, harus mengutamakan ketelitian, kecermatan dan keterbukaan,"

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
Tribunnews.com
Logo KPK 

SURYAMALANG.COM, BATU - Malang Corruption Watch (MCW) minta Panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus peka mendengarkan masukan dari masyarakat.

Hal ini dimaksudkan agar Pansel tidak salah orang dalam menetapkan nama-nama capim KPK.

Kordinator Badan Pekerja Malang Corruption Watch (MCW), Zainudin mengatakan, pihaknya menduga saat ini banyak "penumpang gelap" yang bertujuan melemahkan KPK. Mereka secara rapi berusaha masuk ke KPK melalui seleksi pimpinan KPK.

"Kami mengharap Panitia sebagai filter awal untuk melahirkan calon pemimpin yang baik, harus mengutamakan ketelitian, kecermatan dan keterbukaan terhadap usulan publik," ucap Zainudin dalam pres rilis di Kota Batu, Minggu (5/7/2015).

Dijelaskan Zainuddin, dari 195 capim KPK yang lolos syarat administrasi, sebanyak 10 orang diantaranya berasal dari Jatim. Tetapi sayang ke-10 orang itu kurang terlihat kiprahnya di Jatim dalam memberantas tindak pidana korupsi. Artinya, Pansel KPK harus memperhatikan hal semacam itu.

"Kepekaan masukan dari masyarakat harus diperhatikan Pansel Capim KPK," ujar Zainudin.

Memang, diakui Zainudin, banyaknya waktu libur menjadikan waktu yang dimiliki pansel Capim KPK untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sangat pendek. Hal itu dikhawatirkan membuat pansel KPK kurang memahami rekam jejak capim KPK.

"Akhirnya pimpinan KPK yang terpilih hanya sebagai boneka orang-orang yang ingin melemahkan KPK," ujar Zainudin.

Sementara hasil diskusi Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Jawa Timur di Kota Batu menghasilkan beberapa catatan penting sebagai masukan untuk Pansel capim KPK. Diantaranya anggota KMS yakni capim KPK yang lolos syarat administratif banyak didominasi oleh calon-calon yang tidak jelas.

Yakni tidak pernah terlihat kiprahnya dalam menggiatkan gerakan anti korupsi, capim KPK terseleksi baru saja keluar dari pengurus partai politik. Dan ada capim KPK yang masih aktif menduduki jabatan disalah satu lembaga negara.

Sedangkan Kordinator Transparency Internasional Indonesia (TII), Ilham Saenong menambahkan, KMS mengusulkan kepada Pansel Capim KPK agar memperioritaskan tracking dan masukan masyarakat sipil, pansel agar mewaspadai penumpang gelap dalam seleksi capim KPK, meneliti ulang rekam jejak capim KPK dari Jatim.

"KMS akan memberikan masukan kepada pansel KPK. Terkait rekam jejak capim KPK yang kami duga hanya akan membela kepentingan oknum pejabat, pengusaha yang secara sengaja ingin merusak citra KPK dan melemahkan KPK dalam memberantas korupsi," kata Ilham.

Tantangan capim KPK lima tahun kedepan, dikatakan Ilham, akan bertambah berat karena KPK jadi sorotan publik.

"Dan KMS siap mendukung capim KPK yang memiliki rekam jejak bagus, berintegritas dan berkualitas," tutur Ilham.

Sementara itu, anggota KMS yang menggelar work shop di hotel Royal Orchid Kota Batu diikuti oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparency Internasional Indonesia (TII), LBH Surabaya, Gusdurian Jatim, Kontras Surabaya, KRPK Blitar, MCW, Puskap Madiun, FH Unijoyo, Irdes Situbondo, Intrans Intitute, AJI Malang dan jaringan pondok pesantren Jatim.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved