Malang Raya

Ini Penilaian Abah Anton Kepada Satpol PP Setelah Gagal Tertibkan PKL

Wali Kota Malang, M Anton segera mengevaluasi kinerja anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Ini Penilaian Abah Anton Kepada Satpol PP Setelah Gagal Tertibkan PKL
SURYAMALANG.COM/Adrianus Adhi
Wali Kota Malang M Anton saat berbincang dengan Pedagagang Kaki Lima di Jl Pasar Besar. Mereka dimintta Abah Anton untuk pindah ke Jl Ade Irma Suryani. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Wali Kota Malang, M Anton segera mengevaluasi kinerja anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Ini dilakukan setelah proses penertiban Jalan Pasar Besar dari Pedagang Kaki Lima (PKL) tak berjalan seperti kehendaknya.

Ditemui seusai kegiatan buka puasa bersama Partai Gerindra, Minggu (7/5/2015) petang, Wali Kota yang akrab di sapa Abah Anton ini mengakui bahwa kinerja Satpol PP dalam mengawal Perwali dengan nomor 188.45/183/35.73.112/2015 berjalan tak maksimal.

Penilaian ini lantaran para PKL kembali berjualan di Jalan Pasar Besar, seperti pada Minggu. Kala itu sejumlah pedagang buah dan pakaian terlihat berjualan di sepanjang trotoar Jalan Pasar Besar. Mereka juga bebas mendirikan tenda dan membuat jalan raya dan trotoar semakin sempit.

Selain itu, pengawasan Satpol PP di Jalan Pasar Besar juga masih belum dilakukan. Sebelumnya, ia sudah memerintah agar Satpol PP Kota Malang menempatkan personelnya untuk mengawasi sepanjang Jalan Pasar Besar. Abah meminta ada lima anggota yang berjaga di kawasan tersebut.

“Kemarin, yang mengamankan ternyata dilakukan polisi dan Satpol PP tidak ada. Padahal, mereka (Satpol PP) yang seharusnya menegakkan Perda. Bukan polisi,” ungkap Abah Anton.

Kondisi seperti ini, kata Abah Anton diluar scenario. Seharunya, pengamanan Jalan Pasar Besar dari PKL dilakukan bersama antara polisi, dan Satpol PP. Kendati demikian, Satpol PP Kota Malang tak melakukan perintah ini. Ia beranggapan ada salah persepsi antar anggota di sini.

“Satpol pp tidak perlu takut dengan PKL karena ini sudah menjadi tugasnya. Saya juga sudah ketemu dengan semua PKL, dan mereka tidak mau ada insiden ini. Mereka juga meminta maaf, dan mengatakan pelaku kemarin adalah oknum,” katanya.

Oleh karena itu, Abah Anton memanggil Satpol PP guna mengevaluasi kinerja mereka. Pemanggilan bakal dilangsungkan pada Senin (8/5/2015) pagi.

Berhembus kabar, Abah Anton akan mencopot Agoes Edy dari jabatannya sebagai Kasatpol PP. Tapi, Abah memilih bungkam.

“Lihat besok saja, setelah evaluasi,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto berharap agar Wali Kota Malang bisa bijak menyikapi persoalan ini. Menurutnya, penertiban belum bisa dilangsungkan dalam waktu dekat lantaran kehadiran PKL selalu menjamur ketika bulan Ramadan tiba.

Kendati demikian, Pemkot Malang tetap harus menaruh anggota Dishub untuk mengamankan arus lalu lintas, dan Satpol PP untuk mengawasi mereka. Ini penting dilakukan agar kehadiran PKL tidak menganggu ketertiban umum.

“Jika Bulan Ramadan selesai, lalu ditertibkan pasti mereka mau,” katanya.

Diberita sebelumnya, para PKL di Jalan Pasar Besar tetap ngotot berjualan di lokasi sampai Lebaran. Mereka belum mau pindah ke Jl Ade Irma Suryani seperti yang telah diputuskan oleh Wali Kota Malang, M Anton. Pedagang berencana pindah ke Jalan Ade Irma Suryani setelah Lebaran.

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved