Malang Raya

Nenek Ini Rela Berdiri 4 Jam Demi Mendapat Uang Baru

Umi tidak masalah harus antre lama asalkan dapat menukarkan uang baru untuk kebutuhan Lebaran.

Nenek Ini Rela Berdiri 4 Jam Demi Mendapat Uang Baru
surya/samsul hadi
Warga antre menukarkan uang baru di Kantor Perwakilan BI Malang, Senin (6/7/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Umi Kulsum (54) rela berdiri selama empat jam untuk menunggu giliran menukarkan uang baru di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Senin (6/7/2015).

Warga Singosari, Kabupaten Malang, itu mulai antre pukul 06.00 WIB.

"Saya baru dipanggil masuk sekitar pukul 10.00 WIB. Saya antre di luar sejak pukul 06.00 WIB," kata Umi Kulsum.

Umi tidak masalah harus antre lama asalkan dapat menukarkan uang baru untuk kebutuhan Lebaran.

Tiap tahun, ia selalu antre menukarkan uang baru di kantor BI Malang. "Saya takut tukar di pinggir jalan. Khawatir kalau ada uang palsunya," ujarnya.

Hal sama dikatakan, Wiwik (41), warga Sawojajar, Kota Malang. Wiwik mulai antre menukarkan uang sekitar pukul 07.00 WIB. Ia baru dipanggil untuk masuk ke dalam sekitar pukul 10.30 WIB.

"Tiap tahun selalu antre di sini (BI Malang), tidak pernah tukar di pinggir jalan. Takutnya ada uang palsunya," katanya.

Warga lain, Hariyanto harus pulang dengan tangan kosong saat hendak menukarkan uang baru di kantor BI Malang. Warga Singosari, Kabupaten Malang, ini tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 WIB. Satpam BI Malang sudah menutup antrean penukaran uang baru. "Saya tidak tahu kalau pukul 11.00 WIB sudah tutup," ujarnya.

Pembukaan penukaran uang baru di Kantor Perwakilan BI Malang dilakukan mulai Senin (6/7/2015) sampai 15 Juli 2015 pukul 08.00 WIB-pukul 11.00 WIB.

Warga berduyun-duyun datang ke kantor BI Malang untuk menukarkan uang baru di hari pertama pembukaan. Diperkirakan ada 1.000-1.200 orang yang antre menukarkan uang di hari pertama pembukaan.

Kantor Perwakilan BI Malang menyiapkan Rp 3,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang tunai berbagai pecahan di masyarakat pada Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2015.

Nilai itu meningkat 25 persen jika dibandingkan Lebaran tahun lalu (2014).

Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Dudi Herawadi mengatakan uang Rp 3,5 triliun itu untuk memasok kebutuhan uang tunai di tujuh kota/ kabupaten di wilayah Kantor Perwakilan BI Malang. Ketujuh wilayah itu, Kota/ Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota/ Kabupaten Pasuruhan, dan Kota/ Kabupaten Probolinggo.

Pada Lebaran 2013, BI Malang menyediakan uang tunai Rp 1,3 triliun, dan pada Lebaran 2014 menyiapkan uang tunai Rp 2,7 triliun. Dan pada Lebaran 2015 ini, BI Malang menyiapkan Rp 3,5 triliun untuk memasok kebutuhan uang tunai saat Lebaran.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved