Malang Raya

Masih Fokus Daftar Ulang, Siswa Belum Tahu Besaran Pungutan Sekolah

Tri Suharno menjelaskan, belum ada pembayaran atau punggutan sekolah sepanjang belum ada kesepakatan antara sekolah dengan wali murid.

Penulis: sulvi sofiana | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Siswa dan Wali Murid mengantre mendapatkan bahan seragam usai daftar ulang di koperasi SMAN 4 Kota Malang, Rabu (8/7/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pengmuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Kota Malang dipasang di papan informasi yang disediakan sekolah masing-masing, Rabu (7/2015).

Saat siswa akan daftar ulang, maka tidak akan terlepas dengan besaran sumbangan biaya penyelenggaraan pendidikan (SBPP) dan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Namun, samp[ai saat ini belum ada keterangan pasti besaran SBPP dan SPP.

Daftar ulang ini dilakukan 9 sampai 10 Juli 2015. Daftar ulang hari pertama ini mulai di ramaikan dengan kedatangan siswa untuk mengambil berkas kelengkapan yang harus diisi.

Hal yang sama terjadi di SMA Tugu, bahkan di SMAN 4 Malang terlihat antrean di dua tempat, yaitu di gazebo sekolah dan di koperasi sekolah.

Hafid Adi Putra (15) dari SMPN 4 Blitar mengaku, baru saja mengambil berkas daftar ulang yang harus ia kumpulkan Kamis (9/8/2015) setelah namanya berada di urutan 29 dari siswa yang diterima di SMAN 4 Malang.

Berkas daftar ulang yang harus dikumpulkan, yaitu biodata buku induk, angket bimbingan konseling secara manual dan online, foto kopi akte kelahiran dan surat pernyataan peserta didik baru.

“Belum ada pungutan apapun, hanya disuruh beli seragam secepatnya, kalau pembayaran SPP dan lainnya belum tahu,” aku Hafid yang sedang mengantre di depan koperasi sekolah.

Besaran biaya yang harus mereka keluarkan untuk membeli seragam putih abu-abu, pramuka, batik, kaos olahraga, jas almamater dan atribut yaitu sebesar Rp 680.000. Sedangkan mereka juga dikenakan simpanan wajb anggota koperasi sebesar Rp 25.000.

“Ini masih kurang jas almamater, baju olahraga sama atribut sejkolah,” jelas salah satu siswa baru SMAN 4 Malang, Adinda Melati (15) yang baru saja membeli perlengkapan seragam sebesar Rp 705.000 diantara antrean siswa dan wali murid yang lain.

Hal berbeda terlihat di SMAN 1 dan SMAN 3 Malang. Siswa baru hanya disibukkan dengan kelengkapan dokumen untuk pengisian buku induk dan pernyataan sebagai siswa baru seperti dokumen lainnya, mereka juga diharuskan mengumpullkan bukti pendaftran PPDB online.

Muhammad Lutfi (17) mengantarkan adiknya melakukan daftar ulang di SMAN 1 Malang. Ia mengaku sudah mengetahui bahwa ada himbauan membeli seragam di koperasi sekolah sebesar Rp 600.000, namun segala pembayaran rencananya akan dilakukan setelah pengumpulan berkas selesai.

“Masih daftar ulang dulu, Sabtu nanti ada psikotest mungkin untuk pembayaran SPP menunggu rapat bersama dengan orang tua atau wali, seperti di sekolah saya dulu,” jelas siswa SMAN 2 Malang ini.

Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri, Tri Suharno menjelaskan, belum ada pembayaran atau punggutan sekolah sepanjang belum ada kesepakatan antara sekolah dengan wali murid. Paling lambat saat pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) penjelasan tentang besaran SPP akan ada.

Ia juga menambahkan acuan dalam penetapan SBPP tahun ini tidak mengacu dengan SK Wali Kota Malang seperti tahun lalu.

“Besarnya pungutan sekolah untuk pengembangan sekolah (SBPP) dan SPP merujuk semua peraturan pada Manajemen Berbasis Sekolah. Besaran yang diajukan itu akan didiskusikan dengan dengan orangtua,” jelasnya.

Tri menjelaskan, tahun lalu besaran pungutan pendidikan atau SBPP berkisar Rp 3 juta dan SPP sebesar Rp 200.000. Beban biaya lain diantaranya iuran OSIS, iuran koperasi, majalah siswa, dan kartu mahasiswa.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved