Malang Raya
Batu Giok Malang Ini Hanya Ditemukan di Jurang atau Tebing Sungai.
Salah satu stand yang menarik perhatian pengunjung adalah batu lumut khas Malang. Diantaranya lumut Sendang, lumut Panca Warna, lumut Merah, lumut...
Penulis: sulvi sofiana | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Berbagai batuan akik dipamerkan di halaman parkir Universitas Widya Gama sejak Jumat (10/7) sampai Minggu (12/7). Selain berbagai batu akik dan sejumlah permata yang sudah dibentuk, terdapat juga berbagai bongkahan batu.
Salah satu stand yang menarik perhatian pengunjung adalah batu lumut khas Malang. Diantaranya lumut Sendang, lumut Panca Warna, lumut Merah, lumut Orange, lumut batik juga ada batu giok biru khas Malang.
Penambang batu akik, Arifin mengaku batu giok malang tergolong cukup sulit untuk ditemukan.
"Giok biasa ditemukan di area jurang atau tebing sungai. Di daerah Bajul Mati atau Sendang Biru. Kalau area barat Donomulyo lumayan mudah ditemukan karena kadar kapurnya tinggi, sehingga banyak batu yang jernih dan mengkristal," jelasnya.
Sementara batu lumut banyak ditemukan di lereng gunung Semeru, Sendang Biru serta di area gunung kapur.
Untuk kisaran harga, berbagai bongkahan batu yang dijual Arifin berbeda sesuai ukuran, motif dan berat. Mulai Rp 10.000 per bongkah dan Rp 50.000 perkilo.
"Saya biasa jualnya perkilo, kalau dikirim keluar kota biasanya Rp 70.000.kemarin kirim ke Bogor 30 kilogram. Kalau dulu harga batu masih mahal sampai Rp 200.000 perkilo," jelasnya.
Menurutnya pasaran harga batu saat ini sedang turun karena banyaknya variasi dan kompetitor.
Pameran ini juga menggelar lomba dengan dua kategori yakni Pictorial Agate yang diikuti 176 kolektor non permata yang memiliki corak khusus dan 99 orang mengikuti kategori campuran.
"Pesertanya umum mulai dari Jombang, Kediri, Surabaya dan Blitar. Dalam lomba ini tidak diwajibkan memiliki memo atau sertifikat, karena laboratorium yang memeriksa kandungan batu hanya di Surabaya.
Nantinya pemenang kompetisi ini akan di lelang batunya, kalau sekarang paling mahal Bulu macan bentuk cincin Rp 20 juta," ungkap Wisnu Bangun Saputra, Sekretaris Pelaksana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/batu-lumut_20150711_195256.jpg)