Minggu, 12 April 2026

Jember

Gunung Raung Mengamuk, Penerbangan Garuda Surabaya-Jember Batal

Penerbangan dari Surabaya ke Jember dan sebaliknya dibatalkan, Senin (13/7/2015). Hal ini dikarenakan Bandara Notohadinegoro ditutup.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Terminal kedatangan Bandara Jember, Jawa Timur 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Penerbangan dari Surabaya ke Jember dan sebaliknya dibatalkan, Senin (13/7/2015).

Hal ini dikarenakan Bandara Notohadinegoro ditutup, dan penutupan kali ini lebih panjang mulai pukul 08.00 - 16.00.

Walhasil pesawat Garuda Indonesia trayek Surabaya - Jember yang biasanya mendarat pukul 10.00, dibatalkan penerbangannya.

Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Jember Edy Purnomo, penutupan ini merupakan penutupan kedua, setelah sempat ditutup selama tiga jam pada Jumat (10/7/2015).

"Masih karena abu vulkanik Gunung Raung. Berdasarkan NOTAM (Notive to Airmen) dari Kemenhub menyebutkan penutupan mulai pukul 08.00 - 16.00," ujar Edy, Senin (13/7/2015).

Edy menambahkan, sebenarnya bandara yang berada di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung itu bebas dari abu vulkanik Raung. Berdasarkan pemeriksaan pihak bandara, tidak ditemukan abu di landasan pacu maupun rerumputan di sekitar bandara.

"Jadi kemungkinan rutenya yang terkena abu vulkanik Raung, rute Surabaya - Jember," imbuh Edy.

Akibat penutupan bandara Jember tersebut, sebanyak 54 orang penumpang dari Surabaya ke Jember tidak bisa diterbangkan. Begitu juga dengan 30 orang dari Jember ke Surabaya.

'Karena pembatalan kami melayani pengembalian uang secara penuh (refund) kepada calon penumpang, maupun menjadwal lagi keberangkatan mereka tanpa dipungut biaya," ujar General Manajer PT Garuda Indonesia Tbk Area Jember Syamsul Adnan.

Akibat pembatalan itu, sejumlah calon penumpang yang dari Jember kecele. Sebab beberapa orang di antaranya sudah tiba di Bandara Notohadinegoro, namun penerbangan dibatalkan.

Abu vulkanik Gunung Raung (3.332 Mdpl) menyebar setidaknya ke tiga kabupaten yakni Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi. Abu ini membuat ratusan penerbangan gagal, dan membuat lima bandara sempat ditutup. Gunung yang berada di tiga kabupaten itu dinyatakan berstatus Siaga sejak 29 Juni 2015.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved