Kediri
Nenek Hidup Sebatang Kara, Tumor Terus Membesar, Tak Tersentuh Pengobatan
Mbok Sami semenjak bercerai dengan Marsidi, suaminya serta ditinggal anak angkatnya pergi ke Kalimantan tinggal sendirian di rumah sangat sederhana
Penulis: Didik Mashudi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Sudah setahun lebih Mbok Sami (70) menderita benjolan tumor di bagian kepalanya. Namun penyakit itu belum pernah tersentuh penanganan petugas medis.
Keterbatasan ekonomi membuat Mbok Sami, warga Dusun Kedungbendo, Desa Birowo, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur tidak mampu berobat.
"Karena tidak pernah mendapatkan pengobatan, penyakitnya semakin bertambah parah. Dari benjolan di kepalanya pernah mengeluarkan nanah dan belatung," ungkap Arif Witanto, Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jatim kepada Surya, Jumat (24/7/2015).
Dijelaskan Arif, benjolan di kepala Mbok Sami selama ini hanya ditutup dengan kain pembungkus. Tumor yang tumbuh di bagian kepala atas itu juga semakin membesar dan terkadang mengeluarkan bau yang menyengat.
Penderita yang merupakan warga kurang mampu juga belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
"Bantuan yang diterima hanya raskin, tapi BLT tidak pernah menerima. Padahal penderita janda miskin," tambahnya.
Keluarganya pernah mengurus surat keterangan tidak mampu untuk mendapatkan Jamkesda, namun KTPnya sudah tidak berlaku lagi serta tidak punya kartu keluarga (KK).
Satu-satunya pengobatan yang diterimanya dari petugas mantri kesehatan. Untuk berobat ke mantri ini keluarganya harus keluar biaya sendiri.
Setiawan keponakannya Mbok Sami menambahkan, untuk mengobati tumor di kepala diperlukan operasi dengan biaya yang mahal. Namun pihak keluarga mengaku tidak mampu membiayai operasinya.
"Darimana kami dapat uang, keluarga kami juga tidak mampu," ungkapnya.
Termasuk untuk membayar iuran BPJS Mandiri keluarganya mengaku tidak mampu membayarnya.
Mbok Sami semenjak bercerai dengan Marsidi, suaminya serta ditinggal anak angkatnya pergi ke Kalimantan tinggal sendirian di rumah yang sangat sederhana. Rumah di dekat areal persawahan itu menempati lahan milik Waji, warga yang peduli dengan kondisinya Mbok Sami yang hidup sebatang-kara.
"Dua bulan lalu kami sudah mencoba menguruskan surat penjaminan kesehatan dari pemerintah. Namun upaya itu terganjal karena KTP sudah kadaluwarsa serta tidak punya KK," jelasnya.
Sementara untuk membayar iuran BPJS mandiri keluarganya mengaku tidak punya biaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/janda-tak-mampu_20150724_202828.jpg)